Foto

Ekspresi Emirsyah Satar saat Jalani Sidang Lanjutan

Ari Saputra - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 19:15 WIB

Jakarta - Sidang lanjutan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan sejumlah saksi.

Sidang lanjutan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan sejumlah saksi.
Para saksi memberi keterangan dalam sidang kasus korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia dengan terdakwa mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar dan pengusaha Soetikno Soedarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/2/2020). 
Sidang lanjutan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan sejumlah saksi.
Para saksi itu yakni (kiri-kanan) eks karyawan Garuda Achirina, eks VP Corporate Planning Garuda Setyo Aribowo, dan eks VP Aircraft Management Garuda, Batara Silaban.
Sidang lanjutan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan sejumlah saksi.
Soetikno Soedarjo mendengarkan keterangan para saksi.
Sidang lanjutan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan sejumlah saksi.
Eks Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis, dan Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia Archirina mengaku pernah berdebat dengan Emirsyah Satar, yang menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia, soal gratifikasi.
Sidang lanjutan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan sejumlah saksi.
Menurut Archirina, Emirsyah menganggap gratifikasi wajar saat berbisnis.
Sidang lanjutan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat Garuda Indonesia kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Sidang menghadirkan sejumlah saksi.
Dalam perkara ini duduk sebagai terdakwa Emirsyah Satar selaku mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia. Dia didakwa menerima suap yang totalnya sekitar Rp 46 miliar terkait pengadaan serta perawatan pesawat. Uang itu disebut dari beberapa vendor, termasuk Rolls-Royce, melalui perantara, yaitu Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo, yang juga didakwa dalam perkara ini.
Ekspresi Emirsyah Satar saat Jalani Sidang Lanjutan
Ekspresi Emirsyah Satar saat Jalani Sidang Lanjutan
Ekspresi Emirsyah Satar saat Jalani Sidang Lanjutan
Ekspresi Emirsyah Satar saat Jalani Sidang Lanjutan
Ekspresi Emirsyah Satar saat Jalani Sidang Lanjutan
Ekspresi Emirsyah Satar saat Jalani Sidang Lanjutan