Uni Eropa kemungkinan besar harus memberikan pinjaman baru kepada Ukraina untuk membantu menutupi kesenjangan anggaran negara tersebut pada tahun depan, ungkap Perdana Menteri Estonia, Kristen Michal, dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada hari Jumat (16/10)
"Ini adalah mekanisme yang telah sering digunakan oleh Eropa, jadi bagi Eropa, ini merupakan mekanisme yang cukup dapat dipahami," ujar Michal sebelum dimulainya hari kedua pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels.
Dalam perang Ukraina, di lain pihak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump. menuding, dimulainya kembali serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia merupakan sebuah "aib" yang membuat harga energi global tetap tinggi.
Ukraina menyerang sebuah kilang minyak Rusia setelah Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Kyiv menghentikan gencatan senjata yang mencakup fasilitas energi, yang sebelumnya telah diumumkan oleh Trump, serta mengkritik kesediaan Trump untuk membuat kesepakatan dengan Moskow.
"Yang dia lakukan hanyalah membuat harga minyak dunia semakin tinggi. Ya, menurut saya, itu adalah sebuah aib," kata Trump kepada media berita Newsmax hari Kamis (15/10), setelah Ukraina menyerang kilang minyak milik Rosneft di sebelah tenggara Moskow, yang turut membantu memasok kebutuhan ibu kota Rusia itu.
Rusia serang fasilitas energi
Sementara itu, Rusia melancarkan serangan rudal dan drone secara bertubi-tubi dengan menargetkan fasilitas energi, seperti pembangkit listrik. Serangan tersebut memutus pasokan listrik bagi ratusan ribu orang. Zelensky mengatakan kepada Financial Times bahwa kesabaran Ukraina telah habis.
Serangan drone Rusia di wilayah Volyn, Ukraina, yang berbatasan dengan Polandia, menyebabkan 370.000 orang kehilangan pasokan listrik, menghantam sebuah perusahaan yang menerima investasi asing, dan melukai dua orang, kata pemerintah setempat melalui Telegram.
Pemadaman listrik darurat diberlakukan di ibu kota Ukraina, Kyiv, selama serangan Rusia berlangsung, kata perusahaan penyedia energi swasta DTEK melalui X.
Pemerintahan Trump ingin menjadi penengah dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 tersebut.
Kepada Newsmax, Trump kembali menyampaikan keyakinannya bahwa Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin saling membenci, sehingga mengakhiri konflik menjadi sulit.
"Saya bukan penggemar berat Zelensky," kata Trump. "Saya rasa sebenarnya mereka berdua ingin melihat perang ini berakhir, tetapi menurut saya, Zelensky lebih sulit diajak berunding dibandingkan Putin."
Ketika Trump menekan Kyiv agar menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia, Ukraina menghadapi pengurangan akses penggunaan sebuah sistem satelit yang diandalkannya untuk komunikasi di medan perang dan pengoperasian drone.
Perintah tersebut berasal dari dalam Gedung Putih, kata dua pejabat Amerika Serikat dan seorang pejabat Barat yang telah diberi penjelasan mengenai masalah tersebut. Namun, mereka tidak menyebutkan siapa di Gedung Putih yang mengambil keputusan itu atau siapa yang bertanggung jawab melaksanakan perintah tersebut.
Menggalang dukungan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berupaya menggalang dukungan sekutu-sekutu Eropa dalam sebuah pertemuan tingkat tinggi di Brussels pada hari Jumat (16/10), setelah menyatakan bahwa Kyiv tidak akan lagi mematuhi tuntutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Ukraina tidak menyerang kilang minyak Rusia.
Para pemimpin Eropa secara umum telah menyatakan dukungan mereka kepada Zelensky, sementara mereka berupaya menghadapi gejolak terbaru dalam hubungan Trump yang tidak menentu dengan Kyiv.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa sangat "penting" bagi Ukraina untuk menerima "segala sarana yang diperlukan untuk melindungi dirinya sendiri", setelah bertemu dengan Zelensky.
"Saya dapat meyakinkan Anda, sahabat-sahabat Ukraina yang terkasih dan Presiden Zelensky: KALIAN TIDAK SENDIRIAN," tulis Perdana Menteri Polandia Donald Tusk dalam sebuah unggahan daring.
Kemarahan di Ukraina semakin meningkat akibat gangguan pada sistem satelit penting yang disediakan oleh Amerika Serikat. Gangguan tersebut telah menghambat kemampuan militer Ukraina untuk menghadapi serangan bombardir Rusia yang intens.
Perselisihan terkait satelit
Sebagian besar kemarahan di Ukraina sepanjang pekan ini dipicu oleh pembatasan pada sistem komunikasi satelit Starshield, yang diandalkan oleh militer Ukraina untuk mendeteksi serangan Rusia yang datang dan mengoordinasikan respons pasukan di garis depan.
Para pejabat pertahanan mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat telah mengancam akan menghentikan berbagi informasi intelijen jika Ukraina terus melancarkan serangan jarak jauh terhadap kilang minyak Rusia.
Namun, Elon Musk, miliarder di bidang teknologi yang juga pernah menyerukan agar Zelensky diganti sebagai pemimpin, mengatakan bahwa perusahaannya, SpaceX, bukanlah pihak yang menyebabkan gangguan pada sistem Starshield.
"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah Amerika Serikat," katanya.
"Segala pembatasan terhadap kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer Amerika Serikat dan, pada akhirnya, oleh POTUS," tambahnya, merujuk pada Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.
Ukraina menggunakan sistem Starshield milik SpaceX, perusahaan yang didirikan Musk, untuk komunikasi di medan perang, melancarkan serangan jarak menengah terhadap wilayah yang diduduki Rusia, serta mengoperasikan drone pencegat.
Sistem tersebut berbeda dari sistem satelit sipil Starlink yang juga digunakan Ukraina, tetapi tidak digunakan untuk operasi ofensif.
*Editor: Rizki Nugraha
(nvc/nvc)