×
Ad

Siapa Navi Pillay Penerima Nobel Perdamaian 2026?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2026 09:09 WIB
Nobel Perdamaian dianugrahklan kepada Navanethem
Oslo -

Komite Nobel Norwegia di Oslo mengumumkan bahwa Penghargaan Nobel Perdamaian tahun ini diberikan kepada Navanethem "Navi" Pillay dari Afrika Selatan. Ketua Komite Nobel, Jrgen Watne Frydnes, mengatakan penghargaan tersebut diberikan atas komitmen berani Pillay dalam menegakkan hukum internasional serta perjuangannya melawan kejahatan perang dan genosida.

Pillay, yang lahir di Durban dari keluarga keturunan India-Tamil, memulai karier hukumnya di Afrika Selatan pada 1960-an. Saat itu, ia membela sejumlah aktivis antiapartheid dan aktif berkampanye menentang praktik penyiksaan. Pada 1995, Pillay menjadi hakim nonkulit putih pertama yang menjabat di Pengadilan Tinggi Provinsi Natal.

Dari 1999 hingga 2003, Pillay menjabat sebagai presiden Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda. Setelah itu, ia menjadi hakim di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag. Pada periode 2008-2014, Pillay mengemban tugas sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Kemudian, ia memimpin Komisi Penyelidikan PBB untuk Wilayah Palestina. Pada September 2025, komisi tersebut menerbitkan laporan yang menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza. Tuduhan itu ditolak Israel, yang menyebut laporan tersebut sebagai "skandal".

'Pengakuan tertinggi' dari Jerman

"Selama puluhan tahun, Pillay telah memperjuangkan asasi manusia, keadilan, dan penegakan hukum internasional dengan dedikasi dan kegigihan yang luar biasa," demikian dinyatakan pemerintah Jerman di Berlin. "Perjuangannya dalam melawan apartheid hingga kontribusinya yang luar biasa untuk keadilan pidana internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, layak mendapatkan pengakuan tertinggi kami."

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut penghargaan itu sebagai "sinyal yang kuat". Menurut juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) di Jenewa, Swiss, penghargaan tersebut menegaskan pentingnya nilai-nilai hak asasi manusia, terutama di tengah situasi global saat ini.

Keputusan yang mengejutkan

Keputusan Komite Nobel menganugerahkan Hadiah Nobel Perdamaian kepada Pillay terbilang mengejutkan. Perempuan berusia 85 tahun itu tidak termasuk dalam daftar unggulan yang banyak dijagokan tahun ini. Sebanyak 287 kandidat, baik individu maupun organisasi, masuk dalam nominasi Nobel Perdamaian 2026. Tahun lalu, penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh oposisi Venezuela, Mara Corina Machado.

Hadiah Nobel Perdamaian pertama kali dianugerahkan pada 1901 kepada pendiri Komite Internasional Palang Merah asal Swiss, Henri Dunant, serta aktivis perdamaian Prancis, Frederic Passy. Sejumlah penerima Nobel Perdamaian yang paling dikenal antara lain Nelson Mandela (1993), Bunda Teresa (1979), Barack Obama (2009), dan Albert Schweitzer (1952).

Semua penghargaan akan diserahkan pada tanggal 10 Desember 2026, bertepatan dengan peringatan kematian pendirinya. Hadiah Nobel Perdamaian adalah satu-satunya penghargaan yang tidak diberikan di Stockholm, Swedia tetapi di ibu kota Norwegia, Oslo.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Yuniman Farid

Editor: Vidi Legowo Zipperer

width="1" height="1" />

Tonton juga video "Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian 2026, Kok Israel Mengecam?"




(nvc/nvc)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork