×
Ad

Yaman Lancarkan Operasi Besar terhadap Houthi, Didukung Arab Saudi

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 07 Okt 2026 10:55 WIB
Eskalasi antara Arab Saudi dan kelompok Houthi menghidupkan kembali perang saudara di Yaman setelah gencatan senjata selama empat tahun [ARSIP: 27 September 2026] (Social Media/REUTERS)
Sanaa -

Militer Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi pada Senin (6/10) melancarkan ofensif terhadap kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran. Sehari sebelumnya, Ketua Dewan Kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan ambisi untuk merebut kembali seluruh wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Militer Yaman mengatakan operasi dimulai pada Senin (5/10) di ibu kota Sanaa yang dikuasai Houthi. Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan pihaknya telah menyerang "target militer" Houthi di kota Hodeida, di pesisir Laut Merah.

Juru bicara koalisi melalui X mengatakan pasukan angkatan laut telah "menghancurkan gudang senjata, fasilitas penyimpanan kapal yang dipasangi jebakan dan ranjau laut" serta "menggagalkan serangan yang direncanakan" terhadap jalur pelayaran di bagian selatan Laut Merah.

Pejabat Yaman mengatakan pasukan yang bersekutu dengan pemerintah yang diakui secara internasional telah merebut kembali kota penting Dhubab, tepat di sebelah utara Selat Bab el-Mandeb yang strategis.

Pengumuman pada Minggu (4/10) tersebut disampaikan setelah pasukan Houthi merebut jalan utama yang menghubungkan kota Taiz di barat daya dengan kota Aden yang dikuasai pemerintah, sehingga secara efektif mengisolasi Taiz. Kelompok pemberontak telah mengepung Taiz selama lebih dari satu dekade.

Menurut kantor berita AFP, lebih dari 70 orang dilaporkan tewas dalam pertempuran di sekitar Taiz dalam 24 jam terakhir.

Houthi klaim serangan baru ke Riyadh

Sementara itu, juru bicara militer Houthi pada Senin (5/10) mengatakan rudal balistik dan pesawat nirawak menargetkan Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, serta sebuah kilang minyak di kota Rabigh, di pesisir Laut Merah.

Juru bicara tersebut mengatakan kilang Aramco di Rabigh juga terkena serangan, bersama dengan sejumlah situs militer dan bandara-bandara kecil di wilayah selatan.

Belum ada konfirmasi segera dari otoritas Arab Saudi mengenai laporan serangan tersebut.

Aliansi Mekah akan mengerahkan pasukan

Menanggapi eskalasi terbaru, Turki dan Pakistan pada Senin (5/10) sepakat mengerahkan pasukan sebagai bagian dari kesepakatan pertahanan bersama berdasarkan yang ditandatangani kedua negara dengan Arab Saudi pada Agustus.

Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan darurat di Riyadh.

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara "menegaskan kembali penolakan tegas terhadap segala bentuk serangan atau ancaman terhadap keamanan dan integritas wilayah Kerajaan Arab Saudi."

Pernyataan tersebut tidak menjelaskan secara spesifik peran yang akan dijalankan pasukan setelah berada di Arab Saudi.

Ketiga negara mengecam tindakan Houthi yang menargetkan dua kota paling suci bagi umat Islam, Mekah dan Madinah. Mereka juga sepakat menyediakan "pasukan dan kemampuan militer yang telah disepakati", yang akan dikerahkan di Arab Saudi.

Bagaimana konflik antara Arab Saudi dan Houthi meningkat?

Perkembangan terbaru terjadi di tengah eskalasi antara Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi. Situasi ini menghidupkan kembali perang saudara Yaman setelah gencatan senjata selama empat tahun.

Gencatan senjata antara Houthi dan Arab Saudi yang dicapai pada 2022 runtuh pada Juli setelah kelompok pemberontak mengizinkan pesawat Iran mendarat di ibu kota Yaman, Sanaa. Langkah tersebut dianggap menentang kendali Arab Saudi atas wilayah udara Yaman.

Sebagai dampak eskalasi tersebut, Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi.

Bulan lalu, Houthi merebut pesisir Laut Merah Yaman dan Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran global yang sangat penting, dari tangan pemerintah, sementara Al-Alimi menyerukan dukungan masyarakat internasional.

Pada saat yang sama, Houthi melancarkan serangan jarak jauh terhadap berbagai target di Arab Saudi.

Houthi yang didukung Iran telah menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah barat Yaman yang berpenduduk padat sejak perang saudara Yaman dimulai pada 2014.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Rahka Susanto

Editor: Rizki Nugraha

width="1" height="1" />




(nvc/nvc)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork