Dua hari setelah pemilihan umum rampung, masih belum jelas siapa yang bakal berkuasa di negara bagian di Sachsen-Anhalt. Pasalnya, partai sayap kanan ekstrem Partai Alternatif untuk Jerman (AfD) yang meraih 44% suara, gagal menghimpun koalisi mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan negara bagiannya sendiri.
Hal ini juga turut dipengaruhi oleh kesuksesan Partai Aliansi Sahra Wagenknecht (BSW), yang didirikan pada tahun 2024. Sahra Wagenknecht adalah seorang ekonom yang dulu merupakan anggota Partai Kiri sosialis. Seiring berjalannya waktu, ia semakin menjauh dari akar politik komunisnya dan mendirikan BSW, yang digadang tidak mempraktikkan politik tradisional.
Menurut Wagenknecht, banyak orang tidak lagi mengidentifikasi diri dengan label politik "kiri" atau "kanan."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal, Wagenknecht juga tidak keberatan untuk berinteraksi dengan AfD. Ia berpegang pada keyakinan: tidak adil jika mengecap pendukung AfD sebagai Nazi.
Kini, Sahra Wagenknecht dan para pengikutnya berupaya mencari titik temu dengan AfD dan bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membantu calon utama partai tersebut, Ulrich Siegmund, menduduki jabatan perdana menteri negara bagian dengan cara tidak memberikan suara pada pemilu.
Skenario ini sempat diungkap Wagenknecht sebelum pemilihan umum 6 September lalu.
AfD dan BSW menentang migrasi yang tidak terkendali
Beberapa hari sebelum pemungutan suara, Sahra Wagenknecht berbicara di stasiun TV, NTV, mengenai kesamaan preferensi pemilih BSW dan AfD: "Mereka adalah orang-orang yang memiliki kekhawatiran serupa: Mereka menginginkan migrasi yang terkendali, mereka tidak menginginkan migrasi tak terkendali, dan yang terpenting, mereka ingin agar politik kembali dijalankan demi kepentingan mereka, fokus kembali pada kehidupan."
Namun, ada juga kesepakatan signifikan lainnya selain kebijakan imigrasi Jerman: kedua partai menyerukan penghentian pengiriman senjata Jerman ke Ukraina yang sedang menghadapi serangan Rusia.
Selain itu mereka turut mengeklaim bahwa kebebasan berbicara tidak lagi eksis di Jerman.
Apakah BSW akan berkoalisi dengan AfD? Belum dapat diketahui. Calon pemimpin AfD, Siegmund, bahkan sebelum pemilu telah menekankan bahwa dirinya berniat memerintah dengan mayoritas mutlak partainya sendiri.
Ketika BSW didirikan pada Januari 2024, partai ini memulai langkahnya dengan gemilang: Dibentuk sebagai partai pecahan dari Partai Kiri yang berhaluan sosialis, Aliansi Sahra Wagenknecht (BSW) pun dengan cepat berhasil memasuki Parlemen Eropa dan pada tahun yang sama memperoleh persentase dua digit suara dalam pemilihan umum di tiga negara bagian.
Di negara bagian Jerman timur yakni Brandenburg dan Thuringia, BSW bergabung dalam koalisi pemerintahan. Hal sempat terulang di Sachsen, tapi negosiasi koalisi dengan Partai CDU dan SPD yang berhaluan tengah-kiri gagal.
BSW mendukung pendekatan yang lebih keras terhadap para pengungsi. Partai ini menentang segala bentuk dukungan militer, baik untuk Ukraina maupun Israel.
Pemimpin partai tersebut, Sahra Wagenknecht, adalah seorang ekonom yang tumbuh besar di Jerman Timur yang komunis. Sejak awal, ia tidak ragu menjalin kontak dengan AfD. Sejak tahun 2023, ia menyatakan bahwa beberapa orang di dalam partainya secara tidak adil dicap sebagai Nazi.
Partai yang naik daun lalu terpuruk
Namun, BSW di Sachsen-Anhalt menutup kemungkinan koalisi formal pemerintahan. Setelah pemilu di Brandenburg dan Thringen pada tahun 2024, partai BSW di negara bagian tersebut bertindak bertentangan dengan pendirinya dan memilih bergabung dengan pemerintahan bersama partai-partai mapan.
Konflik permanen antara kepemimpinan pusat partai dengan cabang-cabang partainya di negara bagian menyebabkan runtuhnya koalisi BSW dengan Partai Sosial Demokrat di Brandenburg, tahun 2025.
Sebagian besar anggota legislatif BSW di negara bagian Thringen, yang dipimpin oleh koalisi CDU, SPD, dan BSW, menyatakan bahwa mereka keluar dari partai BSW dua hari sebelum pemilihan umum di Sachsen-Anhalt. Namun, anggota legislatif yang mundur tersebut tetap ingin mendukung koalisi pemerintahan yang ada.
"Kami tidak terpilih untuk mentolerir pendekatan terhadap kelompok radikal sayap kanan," demikian penjelasan menteri keuangan negara bagian Thringen, Katja Wolf, mengenai keputusan ini, merujuk pada upaya Wagenknecht mendekati AfD.
Keberhasilan BSW di Sachsen-Anhalt dan peran kuncinya dalam pembentukan pemerintahan telah memberikan partai tersebut signifikansi yang tidak terduga. Pasalnya, selama pemilihan federal Bundestag tahun 2025, BSW nyaris gagal mencapai ambang batas 5% yang diperlukan untuk masuk ke parlemen dan juga karena banyaknya konflik internal, partai ini memiliki kredibilitas yang rendah di mata masyarakat.
Selain itu, pemimpinnya, Sahra Wagenknecht, telah mundur dari jabatan pemimpin partai dan tidak lagi mencalonkan diri sebagai ketua partai. Namun, ia tetap memberikan pengaruh bagi partainya dari balik layar dan menjadi kekuatan penarik pada rapat-rapat BSW, terutama selama masa kampanye pemilu.
Dorongan sukses di pemilu negara bagian mendatang?
Menyusul keberhasilan mereka masuk ke parlemen Sachsen-Anhalt, Wagenknecht merespons dengan penuh keyakinan.
"BSW telah kembali," katanya kepada kantor berita Jerman dpa.
Seberapa signifikan dukungan pada BSW akan terungkap pada pemilu 20 September mendatang, saat pemilihan negara bagian lainnya akan dilangsungkan di Mecklenburg-Vorpommern dan ibu kota Jerman, Berlin.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Rizki Nugraha
Simak juga Video 'Drone Berbom Gegerkan Bandara Leipzig! Jerman Curigai Operasi Asing':
(ita/ita)









































