×
Ad

Trump Ancam Serang Oman Jika Halangi Kesepakatan Hormuz

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 18 Agu 2026 15:20 WIB
Jakarta -

Setelah pertemuan maraton dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Senin (17/8), utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Jared Kushner, mengatakan pembicaraan dengan sejumlah pihak di pemerintahan Iran kini berlangsung "lebih intensif dari sebelumnya". Meski demikian, ia mengakui belum ada kesepakatan yang tercapai untuk mengakhiri perang.

Pernyataan itu disampaikan Kushner dalam wawancara dengan Fox News usai rangkaian pertemuannya di kawasan itu. Sehari sebelumnya, ia juga bertemu dengan perwakilan Hamas sebagai bagian dari upaya merumuskan kesepakatan yang memungkinkan rekonstruksi Gaza dalam kerangka rencana perdamaian yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran.

Pernyataan Kushner muncul setelah Trump dilaporkan mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa Washington tidak berupaya memperpanjang masa berlaku Nota Kesepahaman dengan Iran yang menjadi salah satu dasar diplomasi kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, seorang pejabat senior Iran yang dikutip Reuters pada Senin (17/08) mengatakan pemerintah Iran akan mengubah pendekatannya dari defensif menjadi "sepenuhnya ofensif" jika upaya diplomatik gagal mencapai hasil.

Iran kebut negosiasi dengan Oman

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Senin (17/08) bahwa pihaknya sedang berupaya menyelesaikan pernyataan bersama dengan Oman mengenai rencana pengelolaan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.

"Telah tercapai kesepahaman mengenai peta rute transit," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei, sambil mengakui bahwa pembicaraan dengan Oman berjalan lambat.

"Kami telah merencanakan, dan masih berencana, untuk merampungkan kesepahaman tersebut dalam bentuk satu paket: peta ditambah pernyataan bersama," katanya kepada wartawan di Teheran.

Meskipun Baghaei tidak merinci rencana tersebut, rincian sebelumnya menunjukkan bahwa kapal-kapal diperkirakan akan memasuki jalur perairan penting tersebut melalui rute yang lebih dekat ke Iran sebelum keluar melalui rute yang lebih dekat ke Oman. Kapal-kapal tersebut diperkirakan tidak perlu membayar biaya atau tol.

Pengumuman tersebut muncul saat masa negosiasi 60 hari untuk menyepakati perjanjian damai permanen antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir, tanpa ada kabar mengenai perpanjangan dan kedua belah pihak tampaknya masih sama jauhnya seperti dua bulan lalu.

AS telah mengupayakan kesepakatan yang dapat diterima mengenai pembukaan kembali selat tersebut sebelum mengakhiri blokade pelabuhan-pelabuhan Iran, dan belum jelas apakah kesepakatan baru antara Iran dan Oman ini akan memenuhi harapan Washington.

Trump ancam Oman

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Oman jika pembicaraan negara itu dengan Iran menghalangi upaya AS untuk mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz.

"Jika Oman menghalangi, kami akan membombardir mereka habis-habisan," kata Trump kepada Fox News, merujuk pada pembicaraan yang sedang berlangsung antara Oman dan Iran mengenai pengendalian jalur air tersebut, sementara Washington juga gagal dalam upaya negosiasi sendiri.

Sebelumnya, pejabat Iran dan Oman telah berdiskusi selama berminggu-minggu mengenai pengaturan navigasi maritim di masa depan melalui rute pelayaran strategis tersebut, dan Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Senin pagi bahwa kedua belah pihak sedang menyusun deklarasi bersama.

Namun, Trump berulang kali menegaskan bahwa selat tersebut yang secara efektif ditutup oleh Teheran pada awal perang di Timur Tengah pada 28 Februari berada di bawah kendali AS meskipun lalu lintas kapal tetap dibatasi. Pada hari Jumat, ia bahkan sampai mengklaim bahwa ia akan menyatakan selat tersebut sebagai bagian dari wilayah AS.

Trump juga dilaporkan mengatakan kepada Fox bahwa pemerintahannya sedang berkomunikasi dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui saluran rahasia langsung.

"Mereka adalah 'pemain poker' yang hebat, tetapi mereka sedang sekarat," katanya seperti dikutip, sambil menyerukan kepada Iran untuk "mengibarkan bendera putih dan menyerah."

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Levie Wardana

Editor: Tezar Aditya, Rizki Nugraha

Simak Video Konflik Selat Hormuz: Trump Minta Iran Menyerah, Ancam Bombardir Oman

width="1" height="1" />




(ita/ita)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork