×
Ad

Presiden Venezuela Bantah Lambat Tangani Gempa

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 15:54 WIB
Jakarta -

Pemimpin sementara Venezuela, Delcy Rodríguez membela pemerintahan yang ia pimpin dalam menanggulangi bencana dua gempa besar yang melanda sejumlah wilayah di negara kaya akan sumber daya minyak tersebut.

"Kami tidak menunggu satu hari, dua hari, atau tiga hari (untuk menangani gempa). Kami langsung bergerak," kata Rodríguez kepada jurnalis asing, sepekan setelah bencana terjadi.

"Di lokasi bangunan yang runtuh, secara alami yang pertama berada di sana adalah para penyintas, keluarga korban, dan warga sekitar," tambahnya, menegaskan bahwa situasi darurat membuat warga setempat lebih dulu berada di lokasi sebelum bantuan resmi tiba.

Sebelumnya, pemerintahan Rodríguez dikritik karena dinilai lambat dan kurang terkoordinasi dalam menangani bencana tersebut. Organisasi International Rescue Committee, misalnya, menyebut respons pemerintah belum sejalan dengan kebutuhan bantuan di lapangan.

Namun, Rodríguez menolak keras kritik itu. Ia menyebutnya sebagai upaya yang sengaja dibangun untuk mendiskreditkan pemerintah dan bagian dari propaganda.

"Memanfaatkan tragedi kemanusiaan untuk kepentingan politik adalah hal yang tidak bisa dibenarkan," tegasnya. "sungguh tidak pantas."

Korban terus bertambah, ribuan masih hilang

Rodríguez juga mengatakan jumlah korban tewas akibat bencana itu kini meningkat menjadi 2.595 orang, dengan lebih dari 12.400 orang terluka.

Ia tidak merinci jumlah pasti orang yang masih hilang, namun diperkirakan masih ada ribuan yang belum ditemukan.

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan, meski harapan menemukan lebih banyak korban selamat semakin menipis.

Banyak keluarga korban, petugas, dan relawan kini beralih fokus pada evakuasi jenazah.

Sementara itu, ribuan warga masih bertahan di tempat penampungan yang penuh sesak atau tidur di ruang terbuka.

Para dokter memperingatkan kondisi ini bisa memicu wabah penyakit menular, yang berpotensi memperburuk krisis kesehatan yang sudah parah di wilayah tersebut.

Bantuan untuk Venezuela dari IMF dan Bank Dunia

Rodríguez juga mengatakan pada Kamis bahwa Dana Moneter Internasional(IMF) dan Bank Dunia telah menyetujui bantuan keuangan untuk upaya pemulihan.

Venezuela tengah merencanakan dana rekonstruksi senilai 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,24 triliun) bersama IMF. Dana itu akan disalurkan kepada kontraktor untuk membangun kembali rumah-rumah yang hancur.

Rodríguez juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio atas bantuan yang diberikan, dengan mengatakan keduanya "terus memantau situasi dan menawarkan dukungan".

Amerika Serikat sebelumnya telah berkomitmen memberikan lebih dari 300 juta dolar AS (sekitar Rp4,86 triliun) serta mengerahkan sekitar 900 personel militer untuk mendukung operasi pencarian dan bantuan kemanusiaan.

Artikel ini diadaptasi dari artikel bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ausirio Sangga Ndolu

Editor: Tezar Aditya Rahman

Tonton juga video "Petugas Mal Selamat Usai 7 Hari Terjebak di Reruntuhan Gempa Venezuela"




(ita/ita)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork