Pentagon mengatakan akan mengurangi jumlah Brigade Combat Team (BCT) Angkatan Darat Amerika Serikat di Eropa.
Juru bicara utama Pentagon Sean Parnell mengatakan bahwa pengurangan jumlah pasukan AS di Eropa adalah hasil dari "proses komprehensif berlapis" yang berfokus pada penataan kembali pasukan militer Amerika di Eropa.
Menurut laporan Kongres AS, satu BCT terdiri dari sekitar 4.000 hingga 4.700 personel.
Sean mengatakan bahwa pengurangan ini akan membuat jumlah tentara AS yang ditempatkan di Eropa kembali seperti tahun 2021. Sebelumnya, Amerika Serikat mengirim pasukan tambahan ke Eropa setelah Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada 2022.
Mengapa AS mengurangi pasukannya?
Pengumuman ini sejalan dengan kebijakan Trump terhadap Eropa.
Sejak kembali ke Gedung Putih tahun lalu, Trump berulang kali menegaskan bahwa negara-negara Eropa harus mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan benua mereka sendiri, alih-alih terus bergantung pada Amerika Serikat.
Urgensi isu tersebut semakin meningkat setelah serangkaian guncangan dalam hubungan trans-Atlantik, terutama setelah Trump mencoba mengambil alih Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.
Sean mengatakan bahwa keputusan mengurangi pasukan AS "dirancang untuk mendorong agenda America First Presiden Trump di Eropa dan kawasan lainnya, termasuk dengan mendorong sekaligus memungkinkan sekutu NATO mengambil tanggung jawab utama atas pertahanan konvensional Eropa."
AS tunda penempatan pasukan di Polandia
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada wartawan bahwa penempatan pasukan Amerika Serikat ke Polandia ditunda.
Sean mengonfirmasi kabar tersebut dalam pernyataannya. Ia menyebut "penundaan sementara" terjadi seiring pengurangan jumlah brigade tempur AS di Eropa.
"Departemen akan menentukan keputusan akhir mengenai penempatan pasukan ini dan kekuatan AS lainnya di Eropa berdasarkan analisis lanjutan terhadap kebutuhan strategis dan operasional Amerika Serikat, serta kemampuan sekutu kami untuk ikut berkontribusi dalam pertahanan Eropa," kata Sean.
Pada awal Mei, Pentagon mengumumkan akan menarik 5.000 tentara dari Jerman. Langkah tersebut terjadi setelah perselisihan antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang mengkritik perang AS terhadap Iran dan mengatakan Washington sedang "dipermalukan" dalam negosiasi dengan Teheran.
Komandan militer tertinggi Amerika Serikat di Eropa mengatakan sebagian besar pasukan AS yang ditarik dari Eropa berasal dari brigade lapis baja yang sebelumnya sedang dalam proses penempatan ke Polandia, bukan dari pasukan yang sudah ditempatkan di Polandia maupun Jerman.
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Joan Aurelia Rumengan
Editor: Adelia Dinda Sani
Tonton juga video "Wapres AS Ungkap Banyak Kemajuan Terkait Kesepakatan dengan Iran"
(ita/ita)