Kota di Prancis Ingin Madonna Pinjamkan Lukisan Klasik yang 'Hilang'

ADVERTISEMENT

Kota di Prancis Ingin Madonna Pinjamkan Lukisan Klasik yang 'Hilang'

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 21 Jan 2023 18:12 WIB
Jakarta -

Lukisan karya seniman Jerome-Martin Langlois yang dibuat tahun tahun 1822 itu berjudul "Diana and Endymion" dan pernah digantung di istana mewah Versailles di Prancis dan dipesan oleh Raja Prancis Louis XVIII. Lukisan itu menggambarkan dewi Romawi Diana yang jatuh cinta kepada Endymion yang muda dan rupawan.

Karya itu kemudian dibeli oleh negara Prancis pada tahun 1873 dan dipajang di museum Amiens sampai tahun 1918, ketika Jerman membom kota itu selama Perang Dunia Pertama. Sejak itu, lukisan terkenal itu menghilang.

Menurut surat kabar Prancis Le Figaro, penyanyi yang dijuluki ratu pop Madonna dalam sebuah pelelangan di New York tahun 1989 membeli lukisan itu seharga 1,3 juta dolar. Tapi di lukisan yang dibeli Madonna itu tidak ada tanggal, nama ataupun tandatangan pelukisnya. Tapi ini bisa saja dihapus oleh orang lain.

Sekarang, kota Amiens secara resmi meminta Madonna untuk meminjamkan lukisan itu. Otoritas kota mengatakan, memajang karya itu dapat membantunya memenangkan kompetisi untuk gelar Ibukota Kebudayaan Eropa 2028.

Permohonan lewat posting di Facebook

Lukisan itu menampilkan dewi Diana yang melayang di atas seorang pria yang sedang berbaring telanjang. Dalam sebuah video yang diposting di Facebook dan ditujukan kepada Madonna, walikota Amiens, Brigitte Foure, menjelaskan bahwa lukisan itu telah dipinjamkan oleh Louvre kepada Amiens dan hilang selama Perang Dunia Pertama.

"Jadi jelas kami sama sekali tidak menentang pembelian legal yang Anda lakukan atas karya ini, tetapi kami adalah kandidat untuk menjadi Ibukota Kebudayaan Eropa pada tahun 2028," katanya dalam video tersebut. Brigitte Foure kemudian bertanya kepada Madonna, apakah dia akan meminjamkan lukisan itu kepada kota Amiens pada tahun 2028 "agar penduduk dapat menemukan kembali karya ini dan menikmatinya."

Amiens, kota berpenduduk sekitar 133.000 orang di Prancis utara, juga merupakan tempat kelahiran Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan memang sedang dipertimbangkan untuk ditunjuk sebagai Ibukota Kebudayaan Eropa pada tahun 2028.

Setiap tahun, beberapa kota Eropa akan ditunjuk sebagai Ibukota Kebudayaan Eropa selama satu tahun, di mana kota-kota itu kemudian menyelenggarakan berbagai acara budaya. Tahun 2023, yang menjadi Ibukota Kebudayaan Eropa adalah Elefsina di Yunani, Timisoara di Rumania, dan Veszprem di Hungaria. Status itu dan rangkaian acara budaya yang digelar, bisa menjadi dorongan untuk sektor pariwisata di kota-kota itu.

Belum ada tanggapan dari Madonna

Hingga kini belum ada tanggapan dari jurubicara Madonna. Mungkin karena penyanyi itu baru saja mengumumkan tur keliling dunia selama 35 hari, yang akan dimulai bulan Juli di Kanada dan berakhir bulan Desember ini di Amsterdam. Tur yang diberi judul "Madonna: The Celebration Tour" itu akan menampilkan hit-hit terbesar Madonna selama 40 tahun karirnya.

Penyanyi berusia 64 tahun itu mengatakan, dia berharap dapat memberikan kepada para penggemarnya, show yang telah mereka tunggu-tunggu - yaitu dengan "menjelajahi lagu sebanyak mungkin."

Sejak merilis album pada tahun 1983, Madonna telah menjadi salah satu nama terbesar di dunia musik pop. Tur dunia itu diumumkan beberapa hari setelah Madonna menghapus semua konten di akun Instagram-nya, yang membuat beberapa orang bertanya-tanya apakah ada acara besar yang sedang dipersiapkan. Rencananya, Madonna juga akan tampil dua kali di Paris pada bulan November, tidak jauh dari kota Amiens.

(hp/as)

Simak juga 'Demonstrasi Besar-besaran di Prancis Tolak Reformasi Pensiun':

[Gambas:Video 20detik]




(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT