Pasar Natal Dortmund dengan Pohon Natal Terbesar di Jerman Tetap Dibuka

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:33 WIB
Jakarta -

Ketika hari mulai gelap, pasar natal di kota Dortmund yang terkenal di Hansaplatz akan terlihat menyala dan berkilauan. Aroma sosis bakar Bratwurst, anggur panas (Gluehwein) dan almond memenuhi udara. Di tengahnya berdiri pohon Natal terbesar di Jerman, dengan ketinggian mencapai 45 meter dan bobot sekitar 40 ton. Pohon raksasa itu sudah berdiri sejak 22 November dan akan menyala hingga 30 Desember. Tentu masih banyak pohon-pohon kecil lain yang menyala, ada sekitar 1.700 pohon cemara di sekitar tempat itu, diterangi oleh 48.000 lampu.

Upacara penyalaan pohon natal di pusat kota biasanya merupakan acara besar. Setiap tahun, wali kota Dortmund menyalakan lampu tepat pukul 6 sore. "Tahun ini, semuanya sedikit berbeda," kata Verena Winkelhaus, direktur Asosiasi Perdagangan dan Pertunjukan Pasar di kawasan Westfalen kepada DW.

"Sejak jam 5 sore, kami menyiapkan live feed," katanya. Karena pandemi, upacara penyalaan lampu memang dilakukan hanya secara online, tanpa keramaian di lokasi. Tapi Verena tetap puas, karena Pasar Natal Dortmund tetap dibuka. "Saya senang, saya tidak menghabiskan sepanjang tahun bekerja untuk ini tanpa hasil," katanya.

Berlaku Aturan "2G"

Ada sekitar 300 kios yang ditata ulang untuk menciptakan lebih banyak ruang di lokasi Pasar Natal, agar orang tidak berkerumun. Untuk itu ada delapan instalasi lampu baru untuk memberikan penerangan tambahan di pusat kota.

Pasar Natal Dortmund hanya bisa dikunjungi dengan aturan "2G", dalam bahasa Jermannya, "Geimpft" dan "Genesen", artinya sudah divaksinasi atau pernah terkena Covid-19 dan sudah sembuh. Memang tidak semua pengunjung diperiksa satu persatu. Pemeriksaan sertifikat vaksin maupun sertifikat kesembuhan dilakukan secara acak oleh petugas.

Setelah diperiksa, pengunjung menerima gelang yang tidak bisa dilepas dan diberikan kepada orang lain. Siapa pun yang ditemukan melanggar aturan akan menerima denda 250 Euro. Selain itu, pengunjung wajib memakai masker di mana-mana di dalam pasar.

Tetap ramai pada malam hari

Elli Hadjibeigi, yang berbicara dengan DW saat mengunjungi pasar Natal, juga senang bisa datang ke Pasar Natal. Sekalipun dia mengaku tetap khawatir dengan meningkatnya jumlah kasus infeksi virus corona. "Saya berharap orang-orang akan mau dites lebih sering," katanya.

Marion dan Juergen Kiehl mengaku terkejut dengan banyaknya pengunjung yang datang. "Orang-orang sangat santai dan tidak merasa seperti sedang diawasi," kata Marion Kiehl. "Tapi tentu sangat berbeda, jauh lebih sedikit daripada biasanya," tambahnya.

Di dekatnya, orang-orang berkumpul di sekitar pohon Natal raksasa di Hansaplatz dan mengambil gambar dengan antusias. Meski masih belum jelas apakah pasar Natal akan tetap bisa dibuka hingga akhir Desember sesuai rencana, setidaknya untuk saat ini ada semangat kemeriahan.

hp/pkp

(ita/ita)