Kenali Penyakit Hepatitis dari A Sampai E

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 13:06 WIB
Jakarta -

Berkat kerja keras Harvey J. Alter (AS), Michael Houghton (Inggris) dan Charles M. Rice (AS) yang meraih penghargaan Nobel Kedokteran 2020, penyakit Hepatitis C kini bisa disembuhkan. Tapi penyakit hepatitis ternyata ada beberapa jenis. Apa beda tiap penyakitnya?

Hepatitis A

Hepatitis A dipicu virus Hepatitis-A, yang menyebabkan radang hati, namun gejalanya tidak kronis. Tanpa terapi apapun, Hepatitis A biasanya bisa sembuh sendiri. Penularannya lewat air atau bahan makanan yang tercemar, juga lewat kontak dan pertukaran cairan dengan orang yang terinfeksi.

Virusnya menyebar di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, sekitar 1,4 juta orang terinfeksi virusnya setiap tahun. Penyakit Hepatitis A terutama menyebar di negara-negara berkembang dengan persyaratan higiene buruk.

Juga kerap terjadi penularan terhadap wisatawan yang berkunjung ke kawasan endemik, sehingga penyakitnya dijuluki Hepatitis-Wisata. Kabar baiknya, sejak lama ada vaksin untuk mencegah hepatitis A.

Hepatitis B

Hepatitis B bisa memicu penyakit radang hati kronis, sirosis hati atau bahkan kanker hati yang mengancam nyawa. WHO memberikan peringatan tanda bahaya, karena virus Hepatitis B dalam beberapa tahun terakhir menyebar luas di dunia. Sekitar 275 juta orang di seluruh dunia, pada 2015 tercatat mengidap penyakit Hepatitis B kronis. Setiap tahunna 600.000 orang meninggal akibat penyakit tersebut.

Padahal vaksin anti-Hepatitis B juga sudah tersedia. Karena itu WHO pada tahun 2007 menyerukan semua negara di dunia, untuk memberikan vaksinasi Hepatitis B untuk semua bayi yang baru dilahirkan. Hepatitis B menular lewat darah atau cairan tubuh penderita.

Hepatitis C

Hepatitis C gejalanya mulai dari yang ringan, akut, hingga kronis. Penyakit ini juga bisa memicu sirosis hati atau kanker hati. Sejumlah orang menjadi pembawa virus Hepatitis C tanpa menyadari atau mengetahuinya. Hepatitis C terutama ditularkan lewat darah.

Saat ditemukan tahun 1988, mula-mula para ilmuwan menyebutnya Virus Hepatitis non-A-non-B. Karena virusnya belum dikenal, ketika itu banyak orang yang tertular lewat transfusi darah, karena belum ada tes darah. Cara penularan lainnya adalah lewat jarum suntik yang dipakai beberapa orang, misalnya pada pencandu narkoba.

WHO melaporkan, antara 130 juta hingga 150 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus Hepatitis C. Setiap tahunnya di seluruh dunia sekitar 350.000 hingga 500.000 orang meninggal akibat dampak penyakit ini. Hingga kini belum ada vaksin Hepatitis C. Namun, sudah ada metode pengobatan dengan campuran obat anti-virus yang saat ini biayanya masih sangat mahal.

Hepatitis D

Virus Hepatitis D bisa menyerang orang yang sebelumnya sudah terinfeksi Hepatitis B. Pasalnya virus Hepatitis D bisa berkembang biak dengan bantuan protein permukaan Hepatitis B. Namun, mereka yang divaksinasi Hepatitis B, juga sekaligus terlindungi dari Hepatitis D.

Hepatitis E

Hepatitis E terutama menyebar di kawasan Asia Selatan yang jadi langganan banjir saat monsun. Hepatitis E terutama menyebar lewat air tapi juga bisa ditularkan lewat binatang. Sejak 2012 Cina sudah mengizinkan penggunaan vaksin anti Hepatitis E.

(Ed: as/rap)

(ita/ita)