Pertama Sejak Reunifikasi, Jerman Uji Coba Sirene Peringatan Darurat

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 13:07 WIB
Berlin -

Tepat pukul 11 pagi waktu setempat hari Kamis (10/11), di seluruh Jerman berkumandang sirene. Jerman untuk pertama kalinya sejak reunifikasi di tahun 1990 melakukan uji coba nasional terhadap sistem alarm sipil - mulai dari sirene, hingga notifikasi pada ponsel cerdas. Tes berlangsung selama 20 menit.

Menurut Kantor Perlindungan dan Bantuan Bencana, BBK, uji coba itu dilakukan untuk menguji sistem peringatan darurat di Jerman dan mempersiapkan publik untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat nasional.

"Di satu sisi, ini tentang melakukan uji teknis sistem peringatan. Di sisi lain, kami ingin membuat penduduk peka. Kami ingin memberi mereka pemahaman tentang sinyal peringatan," kata Kepala BBK Christoph Unger.

Masalah dengan teknologi

Sementara sirene meraung-raung di seluruh Jerman, banyak sistem peringatan yang bermasalah - terutama dengan teknologi yang lebih modern. Untuk pertama kalinya diujicoba sistem pemberitahuan darurat lewat pesan di ponsel dan fasilitas digital lain. Tetapi banyak pengguna melaporkan tidak menerima pemberitahuan sama sekali atau tidak tepat waktu. Sistem peringatan dengan "notifikasi modular digital" itu disebut MoWas. BBK mengakui ada keterlambatan pengiriman pesan.

"MoWaS hanya dapat diterima setelah ada penundaan. Alasannya karena ada jumlah besar pesan secara simultan yang membebani MoWaS," kata BBK.

Sistem itu juga menggunakan sarana satelit untuk mengirimkan pesan peringatan ke lembaga penyiaran publik, kantor berita, perusahaan infrastruktur penting - dan para pengguna ponsel cerdas.

Karena sistem sempat lumpuh akibat banyaknya pesan, muncul kritik dan gelombang lelucon. Banyak pengguna media sosial yang juga dibingungkan dengan pesan itu. Siaran TV dan radio juga seharusnya diinterupsi saat terjadi peringatan darurat, tapi hal itu dilaporkan tidak terjadi pada semua stasiun.

Sistem sirene masih bekerja

Sirene udara berbunyi selama satu menit berturut-turut mulai pukul 11 pagi dengan variasi nada tertentu. Ada sekitar 15.000 jaringan sirene yang masih digunakan di Jerman, turun dari 80.000 jaringan pada tahun 1993. Sebagian besar sistem peringatan sirene berasal dari era perang dingin. Banyak yang sudah tidak berfungsi lalu dibongkar.

Kementerian Dalam Negeri Negara Bagian Nordrhein-Westfalen sebelumnya sudah menyebarkan petunjuk dan informasi secara luas mengenai nada sirene yang berbeda dan jenis peringatan yang ditandai sinyal sirene.

Sirene yang berubah nada secara teratur tanpa jeda menandakan peringatan darurat. Sirene yang tidak berubah nada tetapi dengan dua jeda reguler adalah peringatan untuk kebakaran besar. Sirene dengan nada tunggal yang berlangsung selama satu menit menandakan berakhirnya keadaan darurat.

Untuk apa tes dilakukan?

Uji coba peringatan darurat nasional dilakukan untuk mempersiapkan publik tentang apa yang harus dilakukan, jika terjadi keadaan darurat nasional. Keadaan darurat itu mencakup banjir, gempa bumi, kebakaran besar dan bencana alam lainnya. Juga kondisi-kondisi darurat seperti terputusnya jaringan listrik secara luas, emisi radioaktif dan peringatan serangan atau bahaya nuklir.

Wakil Menteri Dalam Negeri Jerman Stephan Mayer menjelaskan, banyak pihak, termasuk dirinya, yang berpendapat bahwa sistem peringatan darurat nasional tidak diperlukan lagi setelah runtuhnya Tembok Berlin.

"Setelah reunifikasi, kami yakin tidak perlu lagi sirene," kata Mayer kepada harian Bild.

Namun meskipun ancaman serangan bom nuklir sekarang memang tidak terlalu besar lagi seperti pada era perang dingin, pemerintah menilai banyak kejadian lain yang membutuhkan sistem peringatan darurat. Pemerintah Jerman sekarang berencana menjadikan uji coba tersebut sebagai acara tahunan, dengan menetapkan 10 September sebagai Hari Uji Coba Peringatan Darurat.

(hp/yf)

(nvc/nvc)