Kartel Narkoba Meksiko Beralih ke Amal Selama Pandemi, Apa Tujuannya?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 15:39 WIB
dw
Foto: Getty Images/AFP
Mexico City -

Alejandrina Guzman, putri bos kartel Sinaloa Joaquin "El Chapo" Guzman, terjun mendistribusikan kotak-kotak berisi bahan makanan bagi para lansia dan orang miskin yang kekurangan makanan selama pandemi virus corona, sementara ayahnya duduk di balik jeruji penjara di Amerika Serikat (AS). Media-media di Meksiko memberi label sumbangan itu sebagai "paket makanan Chapo".

Guzman adalah pemilik merk mode El Chapo 701, yang terdaftar di negara bagian Jalisco. Mereka merupakan spesialisasi dalam pakaian bertema narco.

Platform media online menyiarkan cuplikan video Guzman mengisi kotak-kotak kardus berlogo El Chapo 701 dengan tisu toilet dan beras untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan. Para pembantunya kemudian berkerumun bersiap membagikan paket sumbangan.

Putri El Chapo bukanlah figur kartel pertama yang terlibat dalam altruisme semacam ini di Meksiko. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah geng kartel juga jadi sorotan media karena membagikan paket perawatan kepada orang-orang miskin. Pihak berwenang sebagian besar tidak berdaya menghentikan mereka. Seperti yang terjadi di kota San Luis Potosi, paket-paket bantuan diberikan oleh Jalisco Nueva Generacion, dan Walikota Xavier Nava tidak memiliki sarana hukum menghentikan warga sipil yang tidak bersenjata dalam kegiatan tersebut.

"Meksiko sedang menghadapi krisis kemanusiaan akut dan kelangkaan barang," kata Falko Ernst, seorang analis dari Crisis Group yang berfokus pada Meksiko, kepada DW.

"Kartel Meksiko memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat basis sosial mereka," tambahnya. Dan paket-paket makanan adalah cara efektif untuk mencapai hal tersebut. Ernst mengatakan kartel saat ini memiliki sumber daya yang terbatas, dan mereka juga menghindari konfrontasi dengan orang lain.

Amal (dengan tujuan tertentu)

Pada bulan Maret, sekitar 2.585 orang terbunuh di Meksiko. Ini menjadi bulan paling berdarah dalam hampir satu setengah dekade perang narkoba terjadi.

Jose Reveles, seorang jurnalis dengan spesialisasi liputan perdagangan narkotika, menyebut bahwa paket bantuan itu merupakan "strategi propaganda untuk memperlihatkan kehadiran mereka." Dia mengatakan aksi kekerasan maupun kebajikan keduanya memenuhi tujuan yang sama bagi para kartel, yaitu menanam pengaruh di wilayah yang mereka ingi kendalikan ketika menghadapi persaingan dari pemerintah, atau organisasi kriminal saingan.

Para kartel memanfaatkan fakta bahwa program kesejahteraan sosial Meksiko tidak efisien, tidak mencakup semua orang, dan dipolitisasi. Ernst menyebut kurangnya jaring pengaman "sangat mengkhawatirkan" dan mengatakan bahwa pemerintah "akan segera memiliki masalah keamanan yang lebih besar" jika gagal melakukan intervensi dan menyedihkan bantuan bagi yang membutuhkan.

Mauricio Merino, seorang profesor di Pusat Penelitian dan Pengajaran Ekonomi, mengatakan bahwa ia berharap Presiden Andres Manuel Lopez Obrador memberikan penghasilan pokok universal yang mencakup 68 juta dari 126 juta warga Meksiko dalam enam bulan ke depan. Menurutnya, presiden atau yang kerap dijuluki AMLO oleh pendukungnya, seharusnya menghentikan proyek-proyek seperti pembangunan kilang di Tabasco yang disebut-sebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan Meksiko pada minyak asing, dan proyek pembangunan rute kereta yang akan menghubungkan situs arkeologi dengan tempat-tempat popular di kalangan wisatawan dan pusat ekonomi di wilayah tenggara. Meski demikian, Obrador sangat jarang bicara soal situasi keamanan Meksiko dalam konferensi pers hariannya.

Virus corona buat kartel merugi

Pandemi virus corona telah banyak merugikan kelompok kejahatan terorganisir di Meksiko. Rute perdagangan narkoba banyak yang telah diputus. Kokain dari Amerika Selatan sulit didapat, demikian halnya dengan bahan kimia yang biasanya diimpor dari Cina, yang diperlukan untuk memproduksi obat-obatan sintetis. Kegiatan ekonomi yang mandek ini ditambah penutupan perbatasan juga menyebabkan turunnya pemasukan dari perlindungan pemerasan dan perdagangan manusia. Kini, beberapa kartel bahkan tidak mampu lagi membayar pembunuh bayaran mereka.

Reveles mengatakan kartel utama Meksiko mungkin hanya memiliki sumber daya yang cukup untuk bertahan selama beberapa bulan, dan mereka sepertinya juga akan mengambil alih kelompok-kelompok kartel kecil. Menurut Reveles, sekarang seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk "mengatasi pencucian uang dan mencoba memotong pasokan uang bagi para pemain besar." Namun, Reveles tidak percaya bahwa pemerintah akan menangkap para kartel dengan tekad khusus.

Meski demikian, jurnalis itu tidak bisa memprediksi apakah kondisi ini akan sama seperti yang terjadi dua dekade lalu, yaitu ketika sejumlah kecil 'capo' mengendalikan perdagangan narkoba di Meksiko. Reveles mengatakan jaringan kejahatan Meksiko tumbuh terlalu terfragmentasi untuk hal itu terjadi kembali. Namun dia memperkirakan bahwa akan ada subkelompok kriminal kecil yang terlibat dalam penculikan, kejahatan jalanan, dan penyelundupan bensin. Itu bisa berarti akan ada lebih banyak kekerasan di Meksiko dalam jangka waktu menengah.

gtp/rap

(ita/ita)