Jumlah Kasus Baru Corona di China Sentuh Angka Terendah Sejak Januari

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 13:33 WIB
dw
Petugas medis di rumah sakit di Wuhan melihat ke monitor saat tengah memeriksa pasien COVID-19 (Foto: Getty Images/AFP)
Beijing -

Dalam laporan terbaru hari Selasa (18/02), pejabat kesehatan Cina melaporkan terdapat 1.886 kasus baru virus corona (COVID-19). Ini merupakan angka terendah jumlah kasus baru dilaporkan dalam satu hari yang muncul di Cina pada bulan ini.

Selain itu Komisi Kesehatan Nasional Cina juga melaporkan tambahan 98 orang tewas akibat COVID-19. Sedikitnya 1.868 orang meninggal dunia sejak wabah ini merebak pada akhir Desember tahun lalu.

Otoritas Cina mengatakan dengan stabilnya jumlah kasus baru yang muncul mengisyaratkan bahwa langkah-langkah yang mereka ambil untuk mengendalikan penyebaran wabah mulai memberikan dampak.

Selasa (18/02), media yang dikelola pemerintah, China Daily melaporkan bahwa otoritas kesehatan Cina tengah bekerja mengembangkan vaksin dan perawatan baru untuk COVID-19, termasuk metode diagnosa menggunakan serum darah yang memberikan hasil lebih cepat dan mengurangi tingkat terpaparnya para petugas medis.

'Terlalu dini untuk mengatakan'

Namun, Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa data apa pun yang menunjukkan mulai stabilnya penyebaran virus "harus dicermati dengan sangat hati-hati."

"Data masih dapat berubah ketika populasi baru terinfeksi. Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah penurunan (kasus) yang dilaporkan ini akan berlanjut. Setiap skenario masih dapat terjadi," jelas Ghebreyesus, Senin (17/02).

Lebih dari 72.400 kasus COVID-19 telah dilaporkan di Cina, sebagian besar yang terinfeksi berada di provinsi Hubei yang jadi episentrum wabah ini. Sementara itu kurang dari 1.000 COVID-19 dilaporkan di 28 negara di luar Cina, di mana 450 kasus di antaranya adalah penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di pelabuhan Yokohama, Jepang.

Apple kena dampak

Upaya pemerintah Cina untuk mengendalikan penyebaran wabah COVID-19 berdampak pada keadaan ekonomi negeri tirai bambu tersebut sekaligus rantai pasokan global. Tak terkecuali ke raksasa teknologi asal Amerika, Apple.

Apple mengatakan pihaknya tidak akan memenuhi target pendapatan kuartal pertama karena produksi iPhone yang melambat serta sedikitnya permintaan konsumen di Cina akibat wabah virus corona.

Perusahaan yang berbasis di California ini memproduksi sebagian besar produknya di Cina. Fasilitas manufaktur Apple di Cina telah dibuka kembali setelah sebelumnya diliburkan karena wabah virus. Namun, aktivitas produksi jadi lebih lambat dari yang diharapkan, terang Apple dalam pernyataan mereka kepada investor.

"Pasokan iPhone di seluruh dunia akan dibatasi sementara," bunyi pernyataan tersebut. "Berkurangnya pasokan iPhone ini untuk sementara waktu ini akan mempengaruhi jumlah pendapatan di seluruh dunia."

rap/pkp (AP, Reuters, AFP)

(ita/ita)