Simfoni ke-10 Beethoven Akan Diselesaikan dengan Algoritma Komputer

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 16 Des 2019 11:05 WIB
Berlin -

Untuk memperingati ulang tahun ke-250 Ludwig van Beethoven tahun 2020, sebuah proyek yang melibatkan ahli komputer, ahli bahasa dan musisi sedang menyelesaikan karya terakhirnya, Simfoni ke-10.

Beethoven mulai mengerjakan Simfoni ke-10 bersama-sama dengan Simfoni ke-9 yang sangat terkenal, yang mencakup gubahan "Ode To Joy" yang dikenal dunia dan sering dimainkan sebagai "lagu kebangsaan" Eropa.

Setelah menyelesaikan Simfoni ke-9, komponis asal Jerman yang lahir di kota Bonn Desember 1770 itu tidak mampu lagi merampungkan Simfoni ke-10. Dia hanya meninggalkan beberapa catatan dan draft pada saat meninggal pada usia 57 tahun di Wina, Austria.

Algoritma komputer melanjutkan komposisi

Dalam proyek di Bonn, sebuah software kecerdasan buatan akan menghitung dan menyusun kelanjutan simfoni dengan memperhitungkan gaya komposisi Beethoven yang sudah-sudah.

Proyek yang didanai oleh perusahaan telekomunikasi Jerman Deutsche Telekom ini ditargetkan rampung awal tahun 2020, untuk kemudian digelar pada bulan April, sebagai bagian dari peringatan ulang tahun ke 250 Beethoven.

Proyek itu dipimpin Matthias Röder, direktur pusat teknologi musik Austria Karajan Institute, yang melibatkan ahli musik, ahli komputer dan ahli linguistik. Mereka sudah mulai bekerja sejak pertengahan 2019.

Hasil pertama yang sempat dimainkan beberapa bulan lalu menurut Röder masih terdengar terlalu mekanis dan perlu diperbaiki dengan software kecerdasan buatan yang lebih baik.

Pernah dicoba komposer Inggris

Konsep untuk menyelesaikan Simfoni ke-10 Ludwig van Beethoven pernah dicoba oleh komposer dan ahli musik Inggris Barry Cooper. Dia melanjutkan karya simfoni itu dengan "komposisi hipotetis" dan menggelar konsernya tahun 1988.

"Saya mendengarkan kutipan singkat yang telah dibuat. Kedengarannya tidak seperti rekonstruksi yang meyakinkan tentang intensi Beethoven," kata Cooper, yang mengajar di Universitas Manchester dan menulis beberapa buku tentang Beethoven.

"Namun masih ada ruang untuk perbaikan dengan pekerjaan lebih lanjut." Cooper mengatakan, Beethoven memang hanya menyisakan bahan fragmentaris. Itulah tantangan utamanya.

Eksperimen menggunakan kecerdasan buatan yang serupa, pernah dilakukan pada karya-karya Bach, Mahler dan Schubert, namun hasilnya dianggap kurang mengesankan.

Awal 2019, sebuah proyek menyelesaikan Simfoni ke-8 Schubert, namun beberapa pengamat mengatakan, komposisinya lebih terdengar seperti soundtrack film-film Amerika ketimbang karya komposer besar Austria itu.

hp/yp



(ita/ita)