detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 10:40 WIB

Potensi Inovasi Tinggi, Tapi Daya Saing Jerman di Tingkat Global Anjlok

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Potensi Inovasi Tinggi, Tapi Daya Saing Jerman di Tingkat Global Anjlok Foto: Getty Images
Berlin -

Jerman, yang merupakan ekonomi terbesar di Uni Eropa, mengalami penurunan daya saing, kata Forum Ekonomi Dunia WEF dalam rilisnya hari Rabu (09/10). Sedangkan Singapura naik ke peringkat teratas sebagai ekonomi paling kompetitif, menggantikan posisi Amerika Serikat, yang sekarang menempati posisi kedua.

WEF mengatakan, kelemahan utama Jerman adalah lemahnya jaringan internet dan seluler serta inovasi yang minim di sektor ini. Dari 103 indikator yang diperiksa, Jerman tahun ini hanya menerima skor di bawah 53.

Meskipun laporan WEF mencatat bahwa Jerman berada di peringkat nomor 1 untuk kemampuan inovasi, dan menduduki peringkat yang baik dalam stabilitas dan infrastruktur makroekonomi, tapi ada satu bidang di mana Jerman tertinggal secara mencolok: internet dan jaringan seluler.

"Kelemahan terbesar Jerman adalah tingkat adopsi ICT (Information and Communications Technology) yang relatif rendah," kata WEF dalam laporannya.

Laporan tersebut mencatat bahwa dalam hal penggunaan teknologi informasi, Jerman berada di belakang semua negara Baltik dan Nordik. Beberapa negara Teluk serta Cina dan Rusia juga memiliki peringkat lebih baik dalam kategori ini dibanding Jerman.

Laporan itu juga menyebutkan, di Jerman akses internet pita lebar (broadband) serat optik juga "masih menjadi hak istimewa beberapa orang saja".

Singapura di peringkat teratas

Singapura menyalip Amerika Serikat untuk merebut peringkat teratas sebagai ekonomi paling kompetitif di dunia. Para pemimpin bisnis di AS yang berpartisipasi dalam survei mengatakan, mereka prihatin bahwa AS di bawah politik ekonomi pemerintahan saat ini akan menjadi kurang terbuka terhadap perdagangan internasional.

Laporan WEF memuji Singapura sebagai "ekonomi paling terbuka di dunia" dan mengatakan bahwa infrastruktur Singapura adalah yang paling canggih. Selanjutnya disebutkan, antara manajemen dan tenaga kerja ada kerja sama yang kuat.

Setelah Singapura dan AS, urutan 10 besar ekonomi dengan indeks daya saing tertinggi adalah Hong Kong, Belanda, Swiss, Jepang, Jerman, Swedia, Inggris dan Denmark.

Indeks Daya Saing Global versi WEF menggunakan survei para manajer bisnis dan melibatkan data-data pemerintahan untuk mengukur berbagai bidang, termasuk keuangan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

hp/ts (dpa, ap)




(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com