DetikNews
Sabtu 16 Desember 2017, 09:08 WIB

PM Malcolm Turnbull: Pelecehan Seksual Anak Tragedi Nasional Australia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
PM Malcolm Turnbull: Pelecehan Seksual Anak Tragedi Nasional Australia Foto: Getty Images/S Postles
Canberra - Komisi Pelecehan Seksual Anak di Australia menyebutkan, sekitar 60 ribu korban berhak mendapat kompensasi. Selama lima tahun, Komisi memeriksa kasus dari tahun 1950 sampai 2015.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan, penyelidikan Komisi Pelecehan Seksual telah "mengekspos sebuah tragedi nasional."

Puluhan ribu anak-anak diduga dieksploitasi, kata komisi tersebut dalam laporannya yang dirilis hari Jumat (15/12). Jumlah yang pasti tidak diketahui - karena sekitar 60 persen korban tidak pernah mengungkapkan kasus pelecehan yang dialami. Komisi memperkirakan, sekitar 60.000 korban berhak mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

Komisi Pelecehan Seksual Anak meneliti berbagai kasus pelecehan dan eksploitasi seksual anak selama lima tahun. Lebih 1200 korban dan keluarganya memberi kesaksian. Laporan akhir Komisi terdiri dari 17 jilid.

"Laporan akhir ini menceritakan tentang pelecehan seksual anak-anak di Australia, dan memberikan rekomendasi untuk membentuk masa depan yang lebih aman bagi anak-anak," kata kepala eksekutif Komisi, Philip Reed. "Kami sekarang telah menyelesaikan pekerjaan kami, terserah kepada pemerintah dan institusi untuk mengambil langkah selanjutnya dan melaksanakan rekomendasi Komisi."

Kasus pelecehan seksual anak dari tahun 1950-2015

Komisi itu terdiri dari enam anggota dan sudah mendengar ribuan kesaksian tentang pelecehan dan eksploitasi seksual anak yang terjadi di institusi dan organisasi publik dan swasta di seluruh Australia antara tahun 1950 dan 2015. Institusi yang diperiksa termasuk gereja-gereja Katolik dan sekolah, angkatan bersenjata dan pusat penahanan remaja.

"Tidak ada penjelasan sederhana mengapa pelecehan seksual terhadap anak terjadi di banyak institusi," kata laporan tersebut. "Namun, kami telah mengidentifikasi sejumlah cara di mana institusi dapat, secara tidak sengaja atau sebaliknya, memungkinkan atau menciptakan peluang untuk eksploitasi."

Laporan itu merekomendasikan agar pemerintah merancang sebuah strategi nasional yang bertujuan untuk melindungi anak dan menunjuk seorang menteri federal baru yang bertanggung jawab atas anak-anak dan urusan kebijakan terkait.

Komisi tersebut memberi pemerintah, termasuk pemerintahan negara bagian dan wilayah, waktu enam bulan untuk memberikan tanggapan formal atas temuan komisi dan satu tahun untuk menyampaikan sebuah laporan mengenai pelaksanaan rekomendasi.

Cerita mengerikan

PM Malcolm Turnbull hari Jumat (15/12) mengumumkan, pemerintah akan membentuk satuan tugas untuk mempertimbangkan dan mengkoordinasikan tindakan atas rekomendasi komisi tersebut. Dia memberikan penghormatan kepada keberanian para korban pelecehan seksual anak-anak yang selamat dan keluarga mereka yang telah bersedia berbagi "cerita mengerikan" dalam penyelidikan, "seringkali untuk pertama kalinya."

Malcolm Turnbull mengatakan, Komisi "telah memvalidasi kisah-kisah korban selamat, memungkinkan korban selamat untuk didengar, dan yang terpenting, dapat dipercaya." Dia juga mengumumkan penyaluran dana 52,1 juta dolar Australia (sekitar 40 juta dolar AS) untuk dukungan dan bantuan bagi korban melalui proses pemulihan.

Penyelidikan tersebut melibatkan 8.013 sesi perseorangan dan 57 audiensi publik, di mana lebih dari 1.200 saksi memberikan kesaksian selama 440 hari. Semua 4.000 institusi Australia di mana dugaan penyalahgunaan dilakukan dihubungi oleh komisi tersebut.

Lebih dari 2.500 kasus sudah dirujuk ke polisi. Laporan akhir berisi 3.955 narasi yang tidak teridentifikasi berdasarkan pengalaman pribadi orang-orang yang selamat.

Komisi dengan anggaran setengah miliar dolar Australia ini dibentuk tahun 2012 oleh Perdana Menteri Julia Gillard.

"Pada hari bersejarah ini, terima kasih pribadi saya bagi anggota komisi dan semua yang mendukung pekerjaan mereka. Bangsa kita berhutang budi kepada Anda dan orang-orang yang selamat yang berjuang keras untuk keadilan dan masa depan yang lebih aman bagi anak-anak kita," kata Julia Gillard lewat akun Twitternya.

hp/vlz (dpa, rtr, ap)






(nvc/nvc)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed