Video 20Detik

Singgung Ustadz Maaher, Gus Nur Minta Keluarga Tak Ngemis Penangguhan

detikTV, dtv - detikNews
Selasa, 16 Feb 2021 17:24 WIB
Jakarta -

Terdakwa kasus ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) Sugi Nur Raharja alias Gus Nur meminta kepada penasihat hukum dan keluarga untuk tidak mengajukan penangguhan penahanan lagi. Gus Nur juga menyinggung soal almarhum Ustaz Maaher yang penangguhan penahanannya tidak dikabulkan.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (16/2), Gus nur menyebut upaya memohon penangguhan penahanan sia-sia dan tak akan dikabulkan aparat. Dia membandingkan kondisinya dengan almarhum Soni Eranata alias Maaher At-Thuwailibi, yang permohonan penangguhan penahanannya tak dikabulkan, hingga meninggal di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri.

"Kita nggak usah ngemis-ngemis penangguhan penahanan. Mau sampai meninggal kayak Ustaz Maaher juga nggak masalah. Saya baru sadar kayaknya nggak mungkin, karena dari awal sampai masuk polisi juga sudah sampaikan dengan baik, dengan lembut, silakan urus penangguhan tapi sampai sekarang tidak dikabulkan," ujar Gus Nur dalam persidangan yang digelar secara virtual.

Gus Nur kemudian memperkuat argumentasinya dengan menceritakan pengalamannya menyaksikan kondisi Alamrhum Ustaz Maaher yang jatuh sakit selama dalam penahanan. Pendakwah yang aktif di media sosial tersebut mengaku melihat langsung kondisi almarhum karena satu sel dengan Maaher.

"Ustaz Maaher pun sakaratul maut di sini pun juga nggak dikabulkan, karena saya sekamar dengan beliau. Saya tahu persis BAB, kencing, jatuh di kamar mandi, ganti Pampers itu orang lain yang ganti, itu harusnya secara kemanusiaan diberikan penangguhan penahanannya tapi ternyata, tidak. Jadi sudah tidak usah penangguhan penahanan lagi. Semoga pak hakim bijaksana," kata dia.

Persidangan kali ini mengagendakan pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun, sidang tak bisa berjalan lantaran dua saksi yakni Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dan Ketua Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj tidak hadir. Ketidakhadiran mereka adalah yang kedua kalinya.

Kuasa hukum Gus Nur merespons ketidakhadiran dua saksi dengan melakukan walkout atau keluar dari ruang sidang. Batalnya persidangan juga disayangkan Gus Nur selaku terdakwa.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa penuntut Umum menafsirkan sejumlah kalimat yang dilontarkan Gus Nur dalam sebuah video bermuatan ujaran kebencian. Ujaran itu disebut mengarah ke sejumlah tokoh NU, yakni KH Said Aqil Siradj dan KH Ma'ruf Amin.

(/)