Menurut informasi pendahuluan, Flight Data Recorder (FDR) pada pesawat MD-82 itu, flaps belakang sayap pesawat itu tidak dalam posisi semestinya. Padahal flaps itu berperan untuk mengangkat beban ekstra.
Demikian dilaporkan Wall Street Journal yang dilansir Reuters, Kamis (4/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investigator juga ingin menguak mengapa alarm yang seharusnya berbunyi ketika ada ketidakberesan alat, tidak 'menjerit'. Para investigator juga mencari tahu, kenapa flaps yang tidak berfungsi ini bisa terlewat saat pemeriksaan rutin pilot sebelum keberangkatan.
Tidak bisa dipastikan kapan hasil investigasi bisa didapatkan. Investigasi sampai saat ini masih berlangsung.
Kecelakaan pesawat Spanair yang menewaskan 153 penumpangnya, merupakan yang terburuk dalam 25 tahun dunia kedirgantaraan Spanyol. WNI bernama Nguni Toka Rondonuwu termasuk menjadi salah satu korban tewas. (nwk/mad)











































