Teror Air Keras Sasar 2 Siswa SMA di Bogor

Teror Air Keras Sasar 2 Siswa SMA di Bogor

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Apr 2026 07:12 WIB
Ilustrasi air keras
Foto: Getty Images/iStockphoto/victorass88
Bogor -

Teror penyiraman air keras dialami oleh dua pelajar SMA di Parungpanjang, Bogor, Jawa Barat (Jabar) saat pulang sekolah. Polisi bergerak menyelidiki kasus penyiraman air keras tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/4) malam. Polisi telah menerima laporan kejadian itu pada Selasa (21/4) sore. Hingga saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan dan anggotanya telah dikerahkan.

"Iya, anggota masih di lapangan," kata Kasatres PPA & PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi Penyiraman Air Keras

Kasatres PPA-PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri (Rizky/detikcom)Kasatres PPA-PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri (Rizky/detikcom) Foto: Rizky/detikcom

AKP Silfi menjelaskan, kedua korban hendak pulang seusai nongkrong. Saat di perjalanan, korban disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK).

"Kalau dari keterangan pelapor selaku kakak kandung salah satu korban kemarin yang melaporkan, kalau dari versi kakaknya adalah dua anak ini, pulang sekolah, terus nongkrong dulu. Habis nongkrong, mau pulang malam lewatin jalan itu, tiba-tiba disiram," kata AKP Silvi.

Silfi belum bisa menjelaskan secara rinci luka yang dialami korban. Dia hanya mengetahui korban mengalami luka pada bagian wajah.

"Di bagian wajah (lukanya), kalau parah-nggaknya nanti kan dokter ya yang menyatakan, karena dokter juga belum mengatakan apa-apa," ungkapnya.

Kondisi Terkini Korban

Polisi masih menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap dua pelajar SMA di Parungpanjang, Bogor, Jawa Barat. Akibat kejadian itu, kedua korban mengalami luka pada bagian wajahnya.

"Di bagian wajah (lukanya), iya (dua-duanya)," kata Kasatres PPA & PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Rabu (22/4).

Saat ini, pihaknya masih fokus juga melakukan penanganan terhadap korban. Sedangkan dia belum bisa menyampaikan kondisi luka yang dialami korban.

Silfi mengatakan korban masih menjalani penanganan medis di rumah sakit. Penyidik masih belum bisa meminta keterangan kepada korban.

"Korban belum bisa diperiksa masih dalam proses pemulihan di rumah sakit. Kita fokusnya pemulihan korban dulu," bebernya.

Tonton juga video "Isi Surat Andrie Yunus untuk Prabowo: Minta Peradilan Umum-Bentuk TGPF"

Halaman 2 dari 2
(wnv/maa)


Berita Terkait