Bedanya, kalau Yuddi mundur karena merasa diperlakukan sewenang-wenang, Ramson mundur karena di hadang ketua dewan Pembina partai DPP PDIP Taufiq Kiemas (TK).
"Konstituen saya di dapil Jateng X mengusulkan saya agar maju kembali sebagai caleg nomor satu. Karena ada usulan itu, saya menyerahkan formulir caleg. Tapi ternyata saya dilarang maju oleh pak Taufiq Kiemas. Saya tidak tahu alasannya apa. Karena sudah dilarang itulah saya mencabut pendaftaran caleg saya," kata Ramson pada detikcom di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada teman di DPP mengatakan, Pak Taufiq Kiemas tak setuju saya maju lagi. Tanggal 15 Agustus seusai paripurna DPR, saya menemui beliau (TK). Kita berbincang, Pak Taufiq Kiemas mengatakan saya diganti saja," ungkap Ramson.
Meski dihadang, Ramson tak marah dan sakit hati pada TK dan PDIP. Ramson juga tak berminat untuk loncat partai. Karena Bagi Ramson, kesempatan menjadi anggota DPR dari PDIP sudah cukup. Sebagai ganti tidak nyaleg, Ramson berencana membuat LSM tentang pengawasan anggaran dan melanjutkan studinya di luar negeri.
"Kalau saya sih nggak masalah. Saya enjoy dan happy-happy saja. Lagian saya juga sedang mempertimbangkan tidak nyaleg lagi kalau tidak diminta konstituen. Karena DPR sedang menjadi sorotan," terangnya.
"Ada rencana dengan teman-teman baik yang di DPR atau luar DPR untuk membentuk LSM budget komite watch. Ada rencana juga melanjutkan kuliah di USA menemani anak saya. Sambil mengembangkan bisnis," terang Ramson.
Kapan persisnya mencabut daftar pencalegan dari PDIP?
"Tanggal 17 Agustus selesai upacara di DPP PDIP, saya minta ke Pramono agar saya tidak dicalonkan lagi. Formulir saya, saya cabut. Saya tidak bersedia. Saya juga bilang ke Tjahjo sama ke Pak TK. Jadi saya mencabut Sebelum DPP mengajukan ke daftar calegnya ke KPU tanggal 18 Agustus," pungkasnya. (yid/gah)











































