"Kalau dulu itu jika pesan pesawat ada klausul dibayar jika keuangan negara memungkinkan. Ini kan menjadi beban untuk PT DI," ujar Dirut PT DI Budi Santoso.
Hal ini disampaikan dia usai menandatangani MoU Pengembangan Alutsista Matra Laut dengan TNI AL di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (3/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akhirnya 3 pesawat itu pengembangannya untuk seri Super Puma terbaru yaitu seri Cougar," jelas Budi.
PT DI pun mengaku siap meneruskan produksi pesawat CASA yang seluruh produksinya dialihkan ke PT DI, akibat pabrik asalnya di Spanyol tidak lagi memproduksi pesawat ini. "Sekarang masih dalam proses, mudah-mudahan satu tahun lagi selesai," imbuhnya.
Untuk pengembangan alutsista TNI AL, lanjut Budi, PT DI mengaku tidak kesulitan karena
sebelumnya telah mengembangkan pesanan militer dari Turki. Bahkan hingga pemesanan pesawat CN-235 yang bisa menjadi pesawat anti kapal selam.
"Jadi untuk pengembangan ini bisa kita katakan gratis karena dibiayai negara lain," papar Budi.
Sementara itu KSAL Laksdya Tedjo Edhi Purijatno mengharapkan, seluruh alutsista TNI dapat ditangani oleh produsen dalam negeri. "Untuk pengadaan pesawat kita berharap pada PT DI," ujar Tedjo. (rdf/nik)











































