Agus Condro: Tak Sulit Lacak Penerima Cek Rp 500 Juta

Agus Condro: Tak Sulit Lacak Penerima Cek Rp 500 Juta

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2008 17:00 WIB
Agus Condro: Tak Sulit Lacak Penerima Cek Rp 500 Juta
Jakarta - Kedatangan mantan anggota Komisi IX DPR RI Agus Condro ke KPK untuk menyerahkan beberapa bukti tambahan. Agus berharap ini bisa menjadi pintu masuk untuk penyelidikan dugaan suap dalam proses pemilihan deputi gubernur senior BI.

"Selasa lalu saya sudah datang ke KPK tapi ada yang kurang. Tadi saya serahkan buku tabungan BII dan foto copy kuitansi pembelian mobil Mercy. Ini bisa menjadi pintu awal untuk menyelidikan," ujarnya.

Hal ini disampaikan Agus di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (2/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus juga mengaku uang yang diterima setelah terpilihnya Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI langsung dicairkan.

"Saya terima traveller's cheque tanggal 11 Juni 2004, langsung dicairkan di BII Pekalongan dan langsung ditabungkan," kata orang Batang, Jateng, ini

Menurut pria berkumis ini, pada saat menerima cek, dia tidak tahu siapa yang memberikan dan berapa nomor serinya. "Setelah saya tukar di BII kan bisa ketahuan nomor seri berapa, siapa yang mengeluarkan itu bisa ditelusuri," jelasnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, untuk mencairkan cek harus memakai identitas seperti KTP dan pegawai bank juga akan mengkonfirmasi.

"Sebenarnya tidak terlalu sulit bila ada anggota Komisi IX diduga menerima bisa segera dicari. Nama-nama yang nerima itu ada atau tidak itu kan bisa dilacak," ungkap Agus.

Sampai saat ini Agus mengaku belum tahu kapan akan menyerahkan kronologi penerimaan cek Rp 500 juta ke KPK.

"Saya ingat-ingat dulu tanggal terima uang persisnnya kapan, tanggal menukar uang kapan, pemilihan Miranda Goeltom kapan. Saya juga sudah berdiskusi dengan teman yang menemani beli mobil dan menukar cek biar lebih jelas," pungkasnya.

Agus menyebut 6-7 rekannya sesama FPDIP turut menerima cek masing-masing Rp 500 juta. Namun semua nama itu menyanggah.
(did/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini