Ketentuan ini diambil berdasarkan laporan tim rukyah pada Sabtu sore (30/8), bertepatan hari ke-29 bulan Sya'ban yang menyatakan hilal (bulan sabit) belum terlihat sebelum matahari tenggelam.
Demikian penjelasan M Luthfi al-Anshori, mahasiswa kelas akhir Universitas al-Azhar Fakultas Ushuludin Jurusan Tafsir, yang menghadiri sidang tersebut, pada detikcom, Minggu (31/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Hadir juga dalam acara ini Grand Syeikh al-Azhar, Muhammad Sayyed Thanthawi; Menteri Wakaf Mesir, Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq; mantan Mufti Mesir, Dr. Nashr Farid Washil; para Ulama dan petinggi negara lainnya, serta para duta besar negara-negara Islam; termasuk Indonesia, Abdurrahman Muhammad Fachir.
Adapun presiden Mesir, Husni Mubarak, tidak bisa datang dalam sidang Isbat ini dan diwakili oleh menteri Kehakiman Mesir, Mamduh Mar'i.
Dengan ketetapan ini, Mesir termasuk sebagian besar Negara Arab yang memulai puasa pada hari Senin, sebagaimana Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Palestina, Bahrain juga Uni Emirat Arab.
Sementara itu Indonesia akan mengadakan sidang isbat pada Minggu (31/8/2008) sore nanti. Ormas Islam terbesar nomor 2, Muhammadiyah,telah menetapkan puasa jatuh Senin 1 September.
(nrl/nrl)











































