"Ini masalah ketidakadilan, inkonsistensi dan tiadanya penghargaan terhadap kader. Saya harus lawan dengan mundur dari caleg Golkar setelah pulang dari Vietnam," kata Yuddy kepada detikcom, Kamis (28/8/2008).
Anggota Komisi I DPR RI ini mengaku tidak keberatan dengan sistem suara terbanyak yang diterapkan oleh partainya. Namun, cara dan perilaku yang tidak adil dari Golkar, membuat politisi muda ini berniat menarik daftar caleg yang sudah disampaikan ke KPU tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy menilai elit Golkar yang bertugas untuk menyeleksi caleg telah melakukan kejahatan konstitusional. Karena elit politik yang menamakan dirinya tim 7 itu, telah menyerahkan daftar caleg pusat ke KPU tanpa melalui rapat pleno DPP Golkar.
(yid/mok)










































