Jika Dikehendaki Masyarakat, SBY Mencapreskan Diri

Jika Dikehendaki Masyarakat, SBY Mencapreskan Diri

- detikNews
Kamis, 28 Agu 2008 18:54 WIB
Jakarta - Pemilu legislatif dan Pilpres 2009 tak lama lagi akan digelar. Masing-masing calon sudah mulai unjuk gigi. Demikian juga Presiden SBY, meski tidak langsung menyatakan akan maju di Pilpres 2009, namun dia mengisyaratkan akan kembali ikut merebut kursi empuk kepresidenan.

Hal tersebut terungkap saat Presiden SBY mendapatkan kunjungan dari ormas Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). SBY kembali mengatakan, jika rakyat masih mengharapkan, dia akan maju di Pilpres 2009.

LDII, melalui ketua umumnya Prof Abdul Hassan, bertanya mengenai kesiapan SBY apakah hendak maju lagi dalam Pilpres 2009. "Beliau menjawab dengan arif, diplomatis, dan agak panjang," kata Prasetyo saat jumpa pers usai bertemu Presiden SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hassan, SBY memberi sinyal akan maju lagi dalam Pilpres 2009. "Seandainya kepemimpinannya bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia serta program-programnya sudah terlaksana dengan baik dan masyarakat menghendakinya, maka SBY akan kembali mencalonkan diri," ujar Hassan menirukan SBY.

Dalam pertemuan tersebut,  juga disampaikan hal-hal mengenai proses demokratisasi dan penegakan hukum yang sudah dijalankan pemerintahan SBY.

"Pokoknya LDII melakukan sesuatu sesuai dengan amar ma'ruf nahi munkar, apa yang baik kami sampaikan, apa yang perlu diperbaiki juga kami sampaikan," ujar juru bicara LDII, Prasetyo Sunaryo.

Usai menerima LDII, SBY juga menerima  Konsorsium Pesantren Indonesia  dan Pameran Pesantren se-Indonesia yang sudah berlangsung pada 20-28 Agustus lalu di Bandung.

Pada kesempatan itu, Konsorsium Pesantren menyampaikan amanah dari masyarakat pesantren kepada Presiden. Amanah itu adalah meminta kepada Presiden untuk menciptakan perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkesinambungan.

"Selama ini perubahan yang terjadi berubah-ubah tanpa ada kesinambungan," jelas Abdullah Mubarok, ketua panitia Konsorsium Pesantren.

(anw/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads