Komponen Cadangan Dinilai Akan Hilangkan Milisi

Komponen Cadangan Dinilai Akan Hilangkan Milisi

- detikNews
Rabu, 27 Agu 2008 17:14 WIB
Jakarta - Komponen Cadangan (KC) tak perlu dikuatirkan semua kalangan. KC justru akan menghilangkan milisi atau sipil bersenjata. Sebab di negara demokrasi milisi sudah tidak relevan lagi dalam bela negara.

"Dengan komponen cadangan, milisi tidak akan ada lagi. Karena wujud formalnya sudah diatur undang-undangnya," kata mantan Kepala Staf Teritorial Mabes TNI Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo di sela-sela peluncuran buku, 'Pertahanan Semesta dan Wajib Militer' di Hotel Sultan, Semanggi, Jakarta, Rabu (27/8/2008).

Menurut Agus, milisi atau kelompok sipil bersenjata, seperti di Timor Timur tahun 1999 sudah ditinggalkan. "Ini menunjukkan sisi pendekatan manapun, komponen cadangan memberikan payung hukum bagi perwujudan hak dan bela negara oleh warga negara," jelasnya.

Diterangkan Agus, dalam laporan akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) juga telah merekomendasikan komponen cadangan yang memiliki payung hukum. Alasannya, salah satu latar belakang yang melahirkan tindakan kekerasan yang tidak terkendalikan.

Paradigma pembentukan kelompok sipil bersenjata saat itu sebagai wujud hak dan kewajiban warga negara. "Ini bukan masalah benar atau salah. Tapi praktik semacam itu merupakan warisan saat merebut kemerdekaan. Setelah merdeka, sesuai kaidah demokrasi, hal-hal semacam ini sudah tidak dimungkinkan lagi," ujar mantan anggota KKP RI-Timor Leste ini.

Oleh sebab itu, lanjut Agus, pemberian senjata langsung ke rakyat sipil harus diwadahi ketentuan UU yang memberikan kepastian kewenangan hak dan kewajiban yang langsung dikendalikan TNI. "Sehingga memberikan akuntabilitas yang jelas bila terjadi penyimpangan-penyimpangan," imbuhnya lagi.

Terkait anggaran yang terbatas dalam membentuk KC. Agus menyatakan, hal tersebut akan dipertimbangkan otoritas politik sipil yang berkuasa, apakah Dephan akan melihat apakah ini menjadi prioritas atau tidak.

Agus mengatakan, komponen cadangan lazimnya diambil dari individu warga negara. Bukan dari organisasi seperti Hansip, Satpam, Banser, Pemuda Pancasila.

"Kalau direkrut dari organisasi akan rancu lagi ke arah pembentukan milisi. Kebutuhan komponen cadangan itu kan untuk mengisi organisasi struktur TNI. Jumlahnya, persyaratan, keterampilan, harus sesuai organisasi TNI. Karena kalau dipakai mereka menjadi TNI. (zal/ken)


Berita Terkait