"Untuk tahun 2009 nanti biarlah rakyat yang memilih. Tidak perlu dibedakan antara laki-laki atau perempuan, militer atau sipil, Jawa atau luar Jawa, usia tua atau muda, latar belakang ekonom atau LSM, dari pesantren atau kampus," ujar Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais di gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (25/8/2008).
Amien menambahkan antara capres muda dan tua harus saling menghargai. Tidak perlu saling menjelek-jelekkan. Hal ini juga dinilainya tidak demokratis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pencalonan dirinya Amien mengaku siap maju jika rakyat menginginkan dirinya maju ke kursi RI 1. Amien berjanji tidak akan mengecewakan rakyat.
"Tapi jika rakyat tidak memerlukan, ngapain saya mencalonkan diri dan pasang iklan," jelasnya.
Mengenai konflik caleg di tubuh PAN, Amien menyerahkan semuanya pada pengurus partai. Menurutnya ia tidak berwenang karena dirinya hanya penasihat. Namun ia mengaku akan diadakan pembicaraan dari hati ke hati untuk menyelesaikan masalah ini.
"Ini lumrah ada gesekan antarkader. Mudah-mudahan ada solusi yang manis," harapnya.
(rdf/nrl)











































