RI Harus Perbaiki Keamanan Dulu, Baru Lobi UE

Larangan Terbang

RI Harus Perbaiki Keamanan Dulu, Baru Lobi UE

- detikNews
Kamis, 21 Agu 2008 10:50 WIB
RI Harus Perbaiki Keamanan Dulu, Baru Lobi UE
Jakarta - Larangan terbang ke Uni Eropa bagi maskapai Indonesia sudah berlangsung 1 tahun. Kecelakaan pesawat di Spanyol tidak bisa serta merta menjadi momentum untuk melobi UE. Upaya melobi pencabutan larangan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas keamanan penerbangan di Indonesia.

"Masalah penerbangan ini beda dengan matematika. Kalau dalam matematika, negatif kali negatif jadinya positif. Kita dinilai negatif, Uni Eropa juga dinilai negatif. Lalu bisa jadi positif. Tidak begitu," ujar anggota Kaukus Penerbangan DPR RI Alvin Lie dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (21/8/2008).

Menurut Alvin, yang harus dilakuan Indonesia adalah meningkatkan kualitas keamanan penerbangan sehingga bisa memenuhi standar internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita sudah memenuhi standar (internasional), Uni Eropa tidak punya alasan lagi untuk melarang kita," katanya.

Meski demikian, Alvin meragukan alasan safety (keamanan) yang digunakan oleh Uni Eropa. Jika alasannya memang keamanan, lanjut Alvin, toh Amerika dan Australia yang memiliki standar yang sama dengan Uni Eropa tidak melarang penerbangan dari Indonesia. Dia mencurigai motifnya lebih karena persoalan politik.

"Mungkin ada kaitannya dengan kasus Munir. Kasus Munir itu kan menunjukkan kalau ada operasi intelejen di dalam pesawat sipil komersiil Indonesia," terang pria yang punya hobi terbang ini.

Lagi pula, tambah Alvin, pesawat Garuda yang ditumpangi Munir saat itu sedang menuju ke Belanda, salah satu negara Uni Eropa.

Hal lain yang dicurigai Alvin sebagai alasan di balik pelarangan itu adalah persoalan Timor Leste. Menurutnya, ada satu negara Uni Eropa, yakni Portugal, yang punya ganjalan dengan Indonesia terkait dengan persoalan Timor Leste. Adanya ganjalan ini semakin mempersulit lobi yang bisa dilakuan oleh pemerintah Indonesia karena pencabutan larangan harus atas persetujuan semua negara UE.

"Uni Eropa ini kan aneh. Untuk melarang (penerbangan) cukup diusulkan oleh 2 negara. Tapi untuk mencabut larangan itu harus disetujui oleh semua negara," kata politisi PAN ini.

Namun bagaimana pun, menurut Alvin, dunia penerbangan Indonesia juga harus melakukan introspeksi. Kasus bocornya rekaman kotak hitam Adam Air menunjukkan bahwa dari sisi regulator penerbangan, Indonesia masih sangat lemah. (sho/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads