partai tambahan yang berhak mengikuti Pemilu 2009. Namun, selama proses
perjuangan hak tersebut di PTUN, partai berlambang padi dan kapas dalam gerigi ini banyak ditinggal anggotanya.
"Begitu kita tidak diloloskan, kader-kader yang memiliki kualitas intelektual dan kualitas finansial banyak yang pergi," ujar Ketua Umum Partai Buruh, Muchtar Pakpahan di Kantor KPU, Jl.Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Agustus 2008 malam.
Muchtar mengatakan, dari 226 daftar calon legislatif yang didaftarkan,
adalah tokoh-tokoh militan yang terdiri dari para aktivis kampus dan serikat buruh. Para tokoh yang tersisa tersebut tak mampu berbuat banyak untuk membantu keuangan partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, pria berpeci hitam ini tetap optimis dalam memenangkan Pemilu 2009. Ia tak mempersoalkan permasalahan ekonomi yang membelit partainya, karena banyak tokoh-tokoh buruh di negara lain dapat berhasil tanpa banyak uang.
"Nelson Mandela, Kim Dae Jung, termasuk Megawati bisa jadi pemimpin tanpa banyak uang," pungkasnya. (mad/anw)











































