Pendaftaran ke LPP Muhaimin tersebut dianggap Gus Choi bukan sebagai bentuk pengkhianatan.
"Kalau yang menang di MA MLB Ancol berarti saya membelot. Tapi MLB Ancol dan Parung kan tidak ada. Saya ini mengakui keputusan MA. Muhaimin kembali jadi ketum PKB sesuai Muktamar Semarang, dan Lukman Edy sebagai sekjennya. Ini langkah yuridis. Tidak ada pengkhianatan," ujar Gus Choi dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (18/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang dikemukakan Gus Dur kita hormati semua. Karena beliau adalah guru saya, pemimpin saya dan orang tua saya. Peringatan itu adalah cara Gus Dur membesarkan saya," kata pria asal Gresik, Jawa Timur ini.
Langkah yang diambilnya dengan mendaftarkan caleg ke Cak Imin, menurut Gus Choi justru adalah langkah yang tepat.
"Saya merasa dalam koridor yang benar. karena Muhaimin adalah ketum dewan tanfidz hasil Muktamar Semarang, bukan Ancol. Karena MLB Parung dan Ancol sama-sama tidak sah. Jadi soal rekrutmen, Muhaimin yang punya hak," ujar Gus Choi.
Gus Choi menambahkan, dirinya sudah capek dengan konflik berkepanjangan di tubuh partai berlambang bintang sembilan ini. "Saya tidak mau konflik, pecat memecat, beku membekukan, saya tidak tahan lagi. Saya ambil jalur normatif, yuridis dan kultural. Karena rakyat juga tak menginginkan begini terus," ujar pungkasnya. (anw/asy)











































