"Jumat kemarin saya dipanggil Ketua Umum PAN. Rabu lalu saya juga dipanggil Sekjen. Intinya, saya diwajibkan maju sebagai caleg," kata Alvin Lie kepada detikcom, Senin (18/8/2008).
Atas permintaan ketua umum dan sekjen DPP PAN itu, Alvin Lie pun buru-buru menarik lagi keputusan yang sudah dia buat sebelumnya. Sebelumnya, dia telah bertekad untuk tidak menjadi politisi yang berkantor di Senayan periode 2009-2014.
"Kepentingan partai harus saya utamakan di atas kepentingan pribadi," jelas Alvin menjelaskan alasan mengapa dia mengubah keputusan yang baru dia ungkapkan beberapa hari lalu itu.
Dengan maju sebagai caleg 2009, menurut Alvin, dirinya harus mempersiapkan berkas-berkas pendaftaran caleg dalam waktu dekat. "Ini saya kepontal-kepontal melengkapi form dan dokumen. Yang masih kurang, nanti akan saya susulkan," ujar dia. Untuk diketahui, Selasa (19/8/2008), merupakan tanggal terakhir penyerahan daftar caleg ke KPU.
Alvin merasa keputusannya untuk maju sebagai caleg merupakan tantangan berat. "Ini tantangan berat, karena sama sekali saya tidak ada persiapan. Apalagi untuk dana kampanye, selama ini tidak saya anggarkan. Entah bagaimana nanti," ujar dia saat ditanya peluang menjadi anggota DPR 2009-2014.
Tentang nomor urut caleg, Alvin tidak mempermasalahkannya. "Saya ikhlas dipasang di nomor berapa pun. Rasanya pasti tidak nomor 1," tutur pengusaha asal Semarang ini. (asy/anw)











































