Diplomat Asing Puji Film The Photograph

Malam Indonesia

Diplomat Asing Puji Film The Photograph

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2008 15:00 WIB
Diplomat Asing Puji Film The Photograph
Praha - Setelah memenangkan penghargaan Special Jury Award dan Ecumenical Jury Award, film The Photograph kini mendapat pujian para dubes dan diplomat asing di Praha.

Pujian dan apresiasi positif itu disampaikan setelah film arahan sutradara Nan Achnas itu diputar di depan diplomat negara-negara sahabat dan pejabat pemerintah Ceko dalam acara Evening in Indonesia di KBRI Praha, Senin (11/8/2008).

Para diplomat asing dari AS, Belanda, Pakistan, Filipina, India dan Irlandia serta pejabat dari berbagai institusi pemerintah Ceko itu terutama tersentuh dengan cerita film yang menggambarkan bagian kehidupan di Indonesia tentang harmonisasi antara berbagai budaya dan agama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekuatan cerita itu pula yang menjadikan juri pada Karlovy Vary International Film Festival 2008 menganugerahi Ecumenical Jury Award untuk film berdurasi 94 menit dengan pemeran utama Lim Kay Tong dan Shanty itu.

Sebelum The Photograph diputar, penari Alexander Ryanto menghangatkan suasana dengan Tari Ngremo (Jawa Timur). Pada penutup ditampilkan Tari Eko Prawiro (Jawa Tengah), pemberian cenderamata berupa wayang dan disajikan jajan pasar nan lezat sebagai bentuk diplomasi kuliner.

Pelaksana Fungsi Pensosbudpar Azis Nurwahyudi mewakili Dubes Salim Said dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa acara Evening in Indonesia itu bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan 50 Tahun Perjanjian Kebudayaan Indonesia-Ceko.

"Sepanjang tahun ini KBRI Praha menyelenggarakan berbagai kegiatan kebudayaan di sejumlah kota di Ceko yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah, media dan masyarakat Ceko," ujar Azis kepada detikcom melalui telepon tadi malam atau Rabu (13/8/2008) WIB.

Menurut Azis, tujuan dari kampanye kebudayaan Indonesia yang gencar di Ceko itu adalah untuk memperkenalkan kembali Indonesia sebagai sahabat lama warga Ceko.

"Karena banyak yang nampaknya tidak mengetahui bahwa Indonesia dulu mempunyai hubungan sangat dekat dengan negara Cekoslovakia," demikian Azis.
(es/es)


Berita Terkait