Keluar dari Hutan, Tentara PETA Temui Bung Karno

Misteri Supriyadi

Keluar dari Hutan, Tentara PETA Temui Bung Karno

- detikNews
Selasa, 12 Agu 2008 14:53 WIB
Keluar dari Hutan, Tentara PETA Temui Bung Karno
Jakarta - Andaryoko Wisnu Prabu (89) yang mengaku sebagai Supriyadi membenarkan bahwa tentara Pembela Tanah Air (PETA) melakukan pemberontakan terhadap Jepang di Blitar. Karena kalah oleh tentara Jepang, Andaryoko dan pasukannya sembunyi di hutan selama 3 bulan.

Menurut Andaryoko, ada sekitar 200 pejuang PETA yang menyerang markas Jepang pada pukul 02.00 WIB, 14 Februari 1945. PETA melakukan pemberontakan karena tidak rela penduduk Indonesia diminta membungkuk-bungkuk pada Jepang dan dipukuli.

"Banyak yang mati dalam perang dadakan itu," kata Andaryoko kepada detikcom dan The Jakarta Post di rumahnya di Jalan Mahesa Raya, Pedurungan, Semarang Selasa (12/8/2008). Pejuang PETA kalah karena Jepang meminta bala bantuan dari Kediri, Malang, dan sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhirnya, pejuang PETA pun lari menyelamatkan diri dan mengungsi ke hutan mulai dari Blitar Selatan, Hutan Purwo, dan Ketonggo, Ngawi. Mereka bersembunyi hingga bulai Mei 1945.

Pada Mei 1945 itu, Andaryoko keluar hutan dan menemui Bung Karno di Jakarta. Pada saat bersamaan, Bung Karno ikut sidang BPUPKI.

"Saya diterima pengawal presiden. Bung Karno pada awalnya tidak percaya. Tapi setelah saya katakan," Bung, Anda itu pemimpin. Kalau tidak memercayai orang sendiri, saya harus percaya kepada siapa", paparnya.

Akhirnya, Andaryoko diajak ke ruang belakang dan berbincang macam-macam. Saat itulah, dia berhubungan langsung dengan Bung Karno. Presiden pertama itu menyebut Andaryoko dengan sebutan Sup (Supriyadi).

Pada saat itulah Bung Karno berpesan kepada Andaryoko alias Supriyadi. "Sup, kamu kan mengalami sendiri sejarah bangsa ini. Tolong kalau kamu diberi umur panjang, kamu ceritakan semua yang kamu ketahui." (try/asy)


Berita Terkait