Menneg Pemberdayaan Perempuan itu ternyata mengikhlaskan sang adik memilih digandeng Prabowo daripada bergabung dengan partainya. Menurut Meutia, Halida sudah dewasa untuk menggunakan hak politiknya.
"Orang yang sudah 52 tahun tidak perlu saya atur-atur," ujar Meutia Hatta saat ditanya tentang langkah politik Halida di sela-sela acara rapat koordinasi nasional PKPI di Hotel Grand Cempaka Jl Letjen Suprapto, Jakarta, Minggu (10/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meutia pun mengaku tidak tahu apakah ada perbedaan ideologi antara ia dan Halidah. Ia mengaku tidak banyak mendapat informasi tentang partai yang mengusung Prabowo sebagai capresnya itu.
"Saya tidak tahu apa itu Gerindra karena tidak tersosialisasi dan terinform dengan baik mengenai partai itu sehingga saya tidak bisa bilang," ungkapnya.
Bagi putri Bung Hatta ini yang penting adalah tercapainya quota 30% caleg wanita dalam Pemilu 2009. Sehingga ia pun membiarkan Halida pun bebas berkiprah di mana saja.
"Perempuan harus masuk di semua partai, tidak harus di partai saya saja. Termasuk keluarga saya," jelasnya. (rdf/iy)











































