Acara yang dihadiri Jusuf Kalla ini adalah istima' alias silaturrahmi. Acara digelar oleh sekelompok orang yang biasa melakukan dakwah yang sering disebut dengan nama Jamaah Tabligh.
"Orang saja yang menyebut itu (jamaah tabligh). Tapi kami tidak mengatasnamakan apapun. Kami jamaah islam biasa saja. Anda pun bisa termasuk dalam kelompok ini," tutur salah seorang jamaah yang mengikuti acara itu di sebuah tanah lapang di Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat datang, tidak banyak penjagaan di lokasi acara. Malah saat Kalla memasuki wilayah, tidak semua Paspampres diizinkan masuk. Wartawan dilarang mengambil gambar dan foto. Pun, wartawan perempuan tidak diperbolehkan keluar dari mobil.
Kalla lalu diantar menemui kelompok jamaah, dan salat Jumat bersama. Tapi tidak ada sambutan dan pidato dari Kalla seperti halnya jika ia menghadiri sebuah acara. Di dalam tenda, Kalla berbaur dengan para anggota jamaah.
"Di sini tidak ada yang kami istimewakan, semuanya sama. Kami juga tidak pernah mengundang pejabat untuk hadir. Mereka hadir sendiri," ujar Kholid, salah seorang jemaah yang ditemui detikcom usai salat Jum'at.
Meski 'dicueki', kedatangan Kalla ini merupakan kedatangan kedua. Saat para jamaah ini berkumpul di Ancol, Jakarta setahun lalu, Kalla juga hadir.
Para jamaah ini berasal dari sejumlah daerah di tanah air. Ada yang dari Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Bahkan, dihadiri jamaah yang berasal dari luar negeri seperti Maroko, India, Malaysia dan Filipina.
Para jemaah tidur di dalam tenda-tenda yang mereka bangun. Dengan beralas tikar, mereka menginap di tempat ini selama 3 hari. "Setelah acara ini selesai, semuanya berpencar lagi untuk syiar. Malah ada yang ke luar negeri," terang Wahyudin, anggota jamaah yang lain. (gun/iy)











































