RN mengenal Wahidin dari orangtuanya yang ikut pengajian aliran Tarekat Nnaksabandiah yang berpusat di Masjid Asyaf, Kubang Raya, Pekanbaru. RN yang baru tamat Akper selama ini sering mengalami kesurupan. Dari sanalah, orangtuanya mencoba mengobati putrinya kepada sang khalifah.
Selama tiga bulan, RN dititipkan orangtuanya kepada Wahidin di tempat prakteknya sekaligus rumahnya. RN awalnya tidak menaruh curiga, apa lagi dia sendiri juga ditemani istri Wahidin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suatu malam, kata RN, ketika tengah tidur nyenyak sang guru mengajaknya untuk terapi. Tanpa curiga, RN pun menurutinya. Dan malam itu RN diminta menatap mata Wahidin dalam-dalam.
Tapi setelah itu, RN seolah tak sadar dan menuruti semua perintah Wahidin begitu saja. Sampai akhirnya Wahidin meminta RN telanjang bulat di ruang prakteknya. Setelah itu baru Wahidin melampiaskan nafsu bejadnya.
Β
Namun Wahidin membantah bila dia bersama RN melakukan hubungan suami istri. βDia memang saya suruh telanjang di dalam kamar. Tapi kami tidak melakukan hubungan itu. RN Cuma megang anu saya saja,β kata Wahidin kepada detikcom, Kamis (7/8/2008).
(cha/djo)











































