Insiden itu terjadi di Bandara Melbourne, Australia seperti diberitakan harian News.com.au, Kamis (7/8/2008).
Pesawat tujuan Canberra, Australia itu terpaksa kembali ke terminal. Para penumpang dipindahkan ke pesawat lain.
Juru bicara Qantas mengatakan, pesawat bernomor penerbangan QF850 itu mengalami masalah pada unit saluran pendingin udara (AC).
"Daripada menunda penumpang lebih lama lagi, pesawat pengganti disiapkan dan pesawat lepas landas tepat sebelum pukul 13.00 (waktu setempat)," kata juru bicara tersebut.
Insiden ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian masalah yang menimpa maskapai nasional Australia itu belakangan ini.
Di antaranya pada bulan Juli lalu, sebuah pesawat Boeing milik Qantas terpaksa mendarat darurat di Manila, Filipina setelah adanya ledakan yang menimbulkan lubang besar pada bagian perut pesawat. Tak ada yang cedera dalam insiden itu.
Kemudian Boeing 767 milik Qantas mendarat darurat di Bandara Sydney, Australia pada 2 Agustus lalu. Gara-garanya, pesawat itu mengalami kebocoran cairan hidrolik.
Kepala eksekutif Qantas Geoff Dixon mengakui kalau pekan ini reputasi maskapai tercoreng oleh sejumlah insiden. Dikatakannya, Qantas harus bekerja keras untuk mengembalikan nama baiknya. (ita/nwk)











































