Senin, (4/8/2008), detikcom mendapat kesempatan untuk melihat sisa insiden itu di ruangan Marliah, Lantai 11 Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta.
Ruangan itu masih tertata seperti sedia kala. Serpihan kaca bekas tembakan masih berserakan. Begitu pula dengan lubang bekas peluru di dinding. Meski peluru telah diambil, lubang itu belum ditutup.
"Pihak pembersihan DPR sendiri dilarang, karena memang masih dalam penyidikan," kata salah seorang asisten Marliah, Hendra Irawan kepada detikcom.
Jika diamati, tembakan peluru itu berasal dari arah bawah. Sebab lubang peluru di kaca lebih rendah dibandingkan lubang di dinding.
(irw/iy)











































