"Dari barang bukti makanan yang kita temukan di lapangan, kita aka periksa asal makanan tersebut," ujar Kapolsekta Bayongbong, Garut, AKP Kuswanto, saat ditemui di ruang pemulasarang jenazah RSHS Bandung, Jl Pasteur, Bandung, Minggu (3/8/2008).
Mengenai 2 botol minuman yang ditemukan di tempat kejadian, pihaknya memastikan bahwa botol saat ditemukan sudah dalam keadaan kosong, dan kemungkinan sudah diminum beberapa hari sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dr. Noorman Herryadi menegaskan, tidak ada tanda-tanda korban keracunan minuman keras. Walaupun korban mengeluarkan busa, itu disebabkan oleh tekanan paru-paru saat korban diangkat.
"Hanya 3 korban yang mengeluarkan busa dari mulutnya. Kemungkinan besar bukan karena minuman. Busa keluar saat korban diangkat," ujar dr. Noorman Herryadi saat ditemui di ruang pemulasaran jenazah RSHS Bandung.
Jenazah telah dipulangkan dengan menggunakan 3 unit ambulans milik RS dr. Slamet, Garut, jenis minibus. Untuk keterangan racun yang menyebabkan korban tewas, pihak Rumah Sakit masih menunggu dari toxicology, RSHS Bandung.
(lom/anw)











































