"Saya sudah menjadi anggota PBR, dan saya sudah mengajukan diri jadi caleg. Sementara teman-teman saya, bukan Papernas secara institusi, tetapi personal, sekitar 40 orang," ujar mantan aktivis mahasiswa tahun 90-an ini yang dijumpai wartawan seusai menghadiri Launching Nomor Urut PBR di kantor DPP PBR, Jl KH Abdullah Syafii, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/8/2008).
Hal tersebut dilakukan Dita karena lewat partainya, yang bukan partai peserta Pemilu, aspirasi politiknya tidak bisa disampaikan. "Saya sudah coba buat partai, Papernas itu. Tapi kita banyak hambatan, yang sifatnya fisik, bahkan kekerasan di berbagai tempat, ujar wanita yang bekas partainya juga tidak diverifikasi KPU ini.
Dita mengatakan, meski telah berpindah rumah, tidak ada partai yang benar-benar bersih. Dia pindah karena ingin aspirasi politiknya tersalurkan.
"Cari yang terbaik dari yang terburuk," tandasnya.
Massa Papernas pernah terlibat bentrok fisik dengan FPI dan Front Betawi Rempug pada 29 Maret 2007. Papernas dinilai berhaluan kiri dan membawa nilai-nilai komunis oleh FPI. (lrn/gah)











































