Tak ayal, kampung halaman Ryan di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur itu pun selalu ramai dari pagi, siang hingga malam.
Banyaknya warga yang menonton proses pencarian mayat korban keganasan Ryan ini pun dimanfaatkan para pedagang untuk mengais rezeki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keramaian itu terlihat hingga malam hari. Suasana malam hari di depan rumah Ryan seolah menjadi pasar malam atau bazar yang biasa ditemui di kampung-kampung menjelang perayaan kemerdekaan 17 Agustus.
"Mungkin lebih ramai sekarang dariapada Agustusan Mas," kata Ahmad, pedagang minuman yang ditemui detikcom yang menggelar dagangannya tak jauh dari rumah Ryan, Jumat (1/8/2008) malam.
Pedagang yang biasanya mencari nafkah di Sambiroto Jombang ini sengaja menggeser lokasi dagangannya ke rumah Ryan setelah mendapat kabar dari rekannya sesama pedagang yang mengaku dagangannya cukup laris selama jualan di sekitar rumah si raja tega Ryan.
Selain pedagang makanan yang ketibah berkah, warga sekitar khususnya para pemudahnya juga demikian. Mereka menangguk untung dengan membuat area parkir bagi kendaraan pengungjung rumah Ryan.
"Lumayan sehari bisa dapat 500 ribu," kata Tanto, seorang pemuda yang mengaku tinggal di Jalan Sedap Malam, tak jauh dari rumah Ryan. Dirinya bersama 10 kawannya beberapa hari ini memang memanfaatkan para pengunjung yang membawa motor.
Pantauan detikcom, warga yang datang dari berbagai penjuru bersama anak-anaknya itu selain ingin melihat lokasi kuburan korban Ryan yang berada di pekarangan belakang. Tak hanya itu mereka juga menyempatkan mengintip kamar Ryan yang berada di ruang depan.
"Hi ngeri ya. Aku jadi merinding," kata Indah, warga yang tinggal tak jauh dari Universitas Darul Ulum ini. Meski takut, dia tetap nekat melihat kamar Ryan yang sudah digali meski bagian jendelanya tertutup.
(gik/ndr)











































