"Saya tidak ingin mengungkapkannya sekarang. Yang jelas, kami temukan kasus baru," ungkap Wakil Ketua KPK M Jasin di Bank Indonesia Wilayah Semarang, Jalan Imam Bardjo, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/7/2008).
Jasin seperti keceplos saat mengungkapkan adanya kasus baru itu. Pasalnya, ia hanya ditanya seputar kemungkinan pemeriksaan 2 menteri, Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional Paskah Suzetta dan Menhut MS Kaban terkait aliran dana BI ke DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia enggan menjelaskan lebih jauh mengenai kasus baru tersebut. Dia mengatakan, korupsi di Indonesia masih cukup parah. Tak hanya pemerintahan, peran sektor swasta pun cukup dominan.
Berdasar data KPK pada tahun 2006, 80 persen korupsi didukung sektor swasta. Mulai dari pola mark up, mark down , hingga feedback (atau semacam fee).
"Makanya ada gubernur, bupati atau walikota yang tersandung korupsi. Kasus-kasus itu lebih banyak pada masalah pengadaan barang dan jasa yang melibatkan swasta," paparnya.
Jasin menyebut, pada tahun 2008 pola korupsi belum berubah banyak. Peran sektor swasta cukup mengkhwatirkan. Karena itu, selain pemerintah, KPK juga menyebarkan pengetahuan tentang korupsi ke perusahaan swasta. (try/nwk)











































