"Itu fitnah yang mengatasnamakan DPW-DPW. Seluruh DPW yang datang ke Gus Dur itu direkayasa untuk mengganggu jalannya persatuan PKB pasca keluarnya SK Menkum HAM,”kata Muhaimin Iskandar.
Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, mengatakan hal itu usai acara pembukaan Muswilub DPW PKB DKI Jakarta di Hotel Grand Menteng, Jalan Raya Matraman, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita tidak pernah sama sekali memberhentikan DPW tanpa prosedur hukum. Kita sangat berhati-hati dan selalu melalui prosedur partai dan AD/ART. Karena semangat kita sekarang adalah merangkul semua,” tutur Muhaimin.
Wakil Ketua DPR ini menuding 19 orang yang mengaku sebagai perwakilan DPW, sebagai kelompok yang ingin merusak PKB.
”Orang orang yang mengaku DPW-DPW itu adalah orang-orang yang mau membakar dan mengganggu stabilitas partai. Saya berharap pihak Gus Dur supaya hati-hati jangan mudah menerima orang-orang yang mengatasnamakan DPW,” pinta Cak Imin.
Sementara itu sikap perwakilan DPW se-Indonesia yang dibacakan Ketua DPW Kepulauan Riau Nyat Kadir menyayangkan langkah sekelompok orang yang mengatasnamakan perwakilan DPW.
”Saya berharap tidak ada lagi intrik dan upaya untuk mendikotomikan Gus Dur dengan Muhaimin Iskandar. Mari kita dukung proses islah ini. DPW yang kumpul di PBNU kemarin itu justru memperkeruh suasana,” kata Nyat dalam konpers di sela-sela muswilub.
Nyat berharap semua kader PKB besar hati dengan putusan MA dan SK Depkum HAM. Cara inilah yang diyakini akan menjadikan PKB besar dan dapat bertarung penuh dalam Pemilu 2009.
”Pemilu sudah dekat. Saya harap semua bersikap tenang. Serahkan pada pihak yang berkompeten dan tim mediasi. Mari kita terima putusan MA dan SK Depkum HAM,” pungkas Nyat. (yid/nwk)











































