Adaptasi Sistem Baru, Pengurusan Paspor Antre Lama

Adaptasi Sistem Baru, Pengurusan Paspor Antre Lama

- detikNews
Selasa, 29 Jul 2008 16:30 WIB
Adaptasi Sistem Baru, Pengurusan Paspor Antre Lama
Jakarta - Sistem pembuatan paspor baru dengan aplikasi terpadu dan scan wajah membuat kantor imigrasi (kanim) harus beradaptasi. Waktu mengantre pun lebih lama dari biasanya.

"Saya daftar Jumat 25 Juli 2008, diminta balik lagi hari ini untuk sidik jari. Antrenya lama. Dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB baru dipanggil," kata Adi Hermawan (28), warga Rawa Buaya Jakarta Barat yang sedang membuat paspor di Kanim Jaksel, Jalan Mampang Prapatan, Jakarta kepada detikcom, Selasa (29/7/2008).

Sedangkan menurut Kepala Bidang Pendarat Izin Masuk Kanim Jaksel Endang Herawati, kanim harus menyesuaikan diri dengan sistem baru itu. "Kami butuh penyesuaian dengan sistem baru ini. Ini lebih bagus dari sebelumnya," ujar Endang.

Sistem baru itu yakni Facial Recognition System. Dengan sistem baru itu membuat registrasi pengenalan wajah dan sidik jari secara bersamaan. Sehingga, paspor ganda bisa dihindari. "Kalau wajah dioperasi pun masih terbaca," imbuh Endang.

Sementara Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Depkum HAM Agato mengatakan sistem baru, Sistem Penerbitan Paspor RI (SPPRI) mulai diaplikasikan serentak pertama kali di 68 kanim seluruh Indonesia, pada Jumat 25 Juli 2008 sore.

"Karena hari Jumat sore, Sabtu dan Minggunya libur, sistem baru efektif pada Senin 28 Juli 2008. Tapi tanggal 25 malam kita juga bekerja," kata dia.

Sehingga, ujarnya, sistem sudah tidak bisa lagi mencetak paspor yang lama. "Tanggal 28 Juli itu hanya penerimaan berkas. Yang dicetak beberapa tanggal 28 itu contoh kita, memang tidak ada paspor hari itu. Sistemnya baru, kalau memasukkan tanggal 28 tidak mungkin 1 hari jadi," kata dia.

Agato pun meminta maaf bila selama 4 hari dari Senin sampai Kamis pekan ini, sistem itu masih dalam upaya pengalihan atau transisi.

"Semua akan dilayani, mohon maaf atas keterlambatan. Mungkin ada keterlambatan informasi. Kita mau tes 4 hari, sebenarnya Kamis sudah mulai normal," tutur Agato. (nwk/iy)


Berita Terkait