Anwar Pernah Usul BI Cetak Uang untuk Tambah Anggaran

Anwar Pernah Usul BI Cetak Uang untuk Tambah Anggaran

- detikNews
Rabu, 23 Jul 2008 18:15 WIB
Anwar Pernah Usul BI Cetak Uang untuk Tambah Anggaran
Jakarta - Saat menjabat Deputi Senior BI, Anwar Nasution menolak keputusan Dewan Gubernur BI untuk menyisihkan Rp 100 miliar guna bantuan hukum pejabat BI yang bermasalah dan anggota DPR. Anwar mengusulkan agar BI mencetak uang saja.

"Kenapa harus pinjam ke YPPI? Padahal BI kan bisa cetak uang," ujar Anwar saat menjadi saksi untuk terdakwa mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2008).

Anwar mengaku pernah mengatakan hal itu dalam rapat Dewan Gubernur BI pada 3 Juni 2003. Dalam rapat ada permintaan kepada Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) untuk menyisihkan dana Rp 100 miliar untuk bantuan hukum bagi sejumlah pejabat BI yang bermasalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, usulan itu tidak mendapat tanggapan dari Dewan Gubernur BI. Padahal, menurut Anwar, kebijakan mencetak uang untuk menambah anggaran sah-sah saja dilakukan BI.

"Bisa saja, silakan cetak uang. Bisa menerbitkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)," kata pria yang kini menjabat Ketua BPK ini.

Mendengar hal itu, Burhanuddin membantahnya. Menurut Burhan, penghasilan BI bukan dari hasil mencetak uang, melainkan hasil dari pengelolaan devisa yang diperoleh negara.

"Menurut saya, saksi (Anwar) inkonsisten. Di satu sisi dia bilang BI tidak perlu pinjam uang. Tetapi di sisi lain, saksi mengaku tidak tahu tentang anggaran," ujar Burhanuddin dalam sidang yang dipimpin hakim Gusrizal itu.

"Dia tidak paham dengan persoalan," imbuh Burhanuddin.
(fiq/fay)


Berita Terkait