"Sebagai orangtua sebetulnya saya tak ingin percaya. Tapi ya gimana, kenyataannya memang ada," ujar Sumiyati, ibu kandung Vincent, saat ditemui di rumahnya di Dusun Bendorejo RT 02 RW 03, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota, Wonogiri, Selasa (22/7/2008) petang.
Dia lalu menuturkan, semenjak kuliah dan bekerja di Malang, Vincent akrab dengan seorang teman laki-laki bernama Parman. Keakraban ini terus berlangsung. Bahkan hingga pindah kerja beberapa kali di Blitar maupun di terakhir di Jombang, keduanya tetap bersama bekerja di satru tempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumiyati mengaku anak keduanya itu memng sangat pendiam dan tertutup. Namun dia akan marah seketika jika hal-hal pribadinya diungkit.
Hal serupa juga dikatakan Sulistyanto, kakak kandung Vincent. Menurut Sulistyanto, karena sensitivitas Vincent yang terlalu tinggi jika hal-hal pribadinya diusik itulah maka keluarga tidak bisa berbuat apa-apa, termasuk tidak bisa menegur ataupun memperingatkan.
"Kita sudah tahu kalau dia menyimpang perilakunya. Tapi dia sangat sensitif, jadi kita tidak bisa apa-apa. Kalau di depan orang sebetulnya tidak kelihatan penyimpangan itu, tapi dari coretan-coretan yang dibuatnya dan juga dari buku hariannya, kelihatan sekali dia telah menyimpang perilaku seksnya," ujar Sulis. (mbr/asy)











































