Vincent Warga Wonogiri, Bernama Asli Yudi Priyono

Kasus Pembunuhan Ryan

Vincent Warga Wonogiri, Bernama Asli Yudi Priyono

- detikNews
Selasa, 22 Jul 2008 20:44 WIB
Vincent Warga Wonogiri, Bernama Asli Yudi Priyono
Jakarta - Identitas Vincent, salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Ryan di Jombang, mulai terungkap. Vincent adalah lajang 31 tahun warga Wonogiri. Nama aslinya adalah Yudi Priyono yang telah belasan tahun bekerja di Jawa Timur dan tiga tahun terakhir bekerja di Jombang, Jawa Timur.

Sumiyati benar-benar terpukul. Selasa (22/7/2008) pukul 15.00 WIB,Β  keluarganya mendapatkan kabar dari teman Yudi Priyono mengenai anak kandungnya yang selama ini diketahuinya bekerja di Jombang, Jawa Timur. Menurut si penelepon, Yudi atau yang selama ini dikenal sebagai Vincent menjadi korban pembunuhan.

Belum hilang rasa terkejutnya, 30 menit kemudian ada kabar yang menguatkan. Kabar itu datang dari kepolisian. Intinya sama: Yudi Priyono alias Vincent telah diduga sebagai salah satu korban pembunuhan berantai yang dilakukan Ryan di Jombang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh keluarga Yudi di Wonogiri mengetahui bahwa selama ini Yudi memang sering menggunakan nama Vincent. Karenanya begitu menyimak semua paparan yang diberikan teman Vincent maupun polisi, Sumiyati sekeluarga segera menyadari bahwa besar kemungkinan Vincent yang terbunuh itu adalah anaknya.

Ketika ditemui di rumahnya di Dusun Bendorejo RT 02 RW 03, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota, Sumiyati mengaku tidak mengira hidup anak kedua dari empat bersaudara yang dilahirkannya itu akan berakhir sedemikian tragis.

Diceritakannya, tahun 1992 Yudi alias Vincent menempuh sekolah ilmu perhotelan di Solo. Tahun 1995 dia meneruskan kuliah di Malang, selanjutnya bekerja di sebuah hotel di kota tersebut. Hanya beberapa bulan bekerja di hotel, dia lalu membuka usaha daging ayam selama beberapa tahun.

"Uang hasil usahanya dibawa kabur teman. Lalu dia bekerja di restoran. Dia juga sempat bekerja di Blitar. Kemudian dia bekerja di sebuah perusahaan pemasaran barang-barang elektornik di Jombang selama tiga tahun," ujar Sumiyati di rumahnya yang juga dimanfaatkan sebagai warung sederhana di pinggiran Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

Tapi semenjak bulan Maret lalu, kata Sumiyati, Vincent memberi kabar ke keluarga bahwa dia keluar dari pekerjaannya itu. Dia mengaku diajak teman bekerja di sebuah proyek senilai Rp 2 miliar. Namun semenjak itu Vincent tak pernah kirim kabar lagi.

Lebih lanjut Sumiyati mengatakan Vincent memang jarang pulang sehingga dia tidak mengira anaknya mengalami musibah. Hal serupa juga dikatakan Sulistyanto, kakak kandung Vincent. "Sejak di Solo, dulu dia memang jarang pulang. Paling setahun sekali. Kalau ada apa-apa paling hubungan telepon," ujar Sulistyanto.

Sulistyanto mengatakan, terakhir kali Vincent pulang ke Wonogiri pada bulan Desember 2007 lalu. "Katanya ingin merayakan Natal di kampung halaman. Dia memang pindah agama dari Islam ke Kristiani. Saat itu saya mengantarnya ke beberapa kenalan yang seiman dengannya untuk bisa merayakan Natal bersama orang-orang seiman," papar Sulis.

Baik Sumiyati maupun Sulistyanto mengatakan, keluarga masih akan menunggu informasi lebih lanjut dari kepolisian untuk mendapatkan kepastian. Keluarga juga belum memikirkan datang ke Surabaya untuk menjenguk dan mengecek jasad Vincent. (mbr/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads