"Namanya Fahrurrozy, dari Kampung Bali, Jakarta Pusat. Dia tukang cat, makanya cuma pakai kaos dan sandal," kata Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan DJ Nachrowi di ruang wartawan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/7/2008).
Kepada Paspampres yang memintai keterangan, Fahrurrozy mengaku dia kesasar masuk ke Istana Negara. Saat kejadian, dirinya sedang menuju ke Wisma Negara guna mengambil alat kerja yang menurut rekan-rekanya tertinggal di sana.
"Tapi dia nggak tahu mana Istana Negara dan Wisma Negara. Maklum baru dua-tiga hari kerjanya di sini," imbuh Nachrowi.
Melihat pangkal masalah yang sepele itu, maka Paspampres menilai tidak perlu ada tindakan lebih lanjut atas Fahrurrozi. Pria itu sekarang sudah pulang bersama rekan-rekannya yang memang sedang mengecat ulang Masjid Baiturrahman.
"Masih didalami apakah dia ada masalah kejiwaan," imbuhnya.
Berdasar kronologis kejadiannya, Nachrowi membantah bawah yang terjadi adalah penyusupan. Sistem penjagaan keamanan di Kompleks Istana Kepresidenan sama sekali tidak lemah, apalagi sampai kebobolan.
"Jadi nggak ada penyusup atau bobol. Penjagaan kita berlapis-lapis," tegas dia.
(lh/ana)











































