Kejadian terungkap dari tertangkapnya seorang pria di tengah acara pelantikan Dubes RI untuk Myanmar di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (14/7/2008) pukul 14.00 WIB.
Si pria yang belum diketahui identitasnya itu digelandang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) ke luar ruangan karena hanya mengenakan atasan kaos kutang dan sandal, yang tidak sesuai dengan aturan protokoler istana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau nonton Pak" jawab si pria itu.
"Masuk darimana kamu?" kata Paspampres sambil menyeret si pria ke luar ruangan.
"Dari arah sana Pak," kata pria itu sambil menunjuk ke arah pintu masuk samping Istana Kepresidenan yang berada di sebelah Masjid Baitul Rahman, yang berhadapan dengan Jalan Medan Merdeka Utara.
Diduga pria ini bisa lolos dari pengawasan karena nebeng ke dalam rombongan wartawan memasuki istana negara. Tetapi, entah bagaimana, petugas yang berjaga di pintu masuk Istana Negara tidak memperhatikan pria tersebut. Sehingga pria itu lolos melenggang sampai ke dalam aula acara, tempat pelantikan Dubes RI untuk Myanmar.
Keberadaan pria yang berusia sekitar awal 30-tahun itu, baru diketahui hanya beberapa detik sebelum Presiden SBY memasuki ruang acara. Pria itu digelandang keluar tepat saat acara pelantikan dimulai.
Komandan Paspampres Mayjen Suwarno ketika dikonfimrasi mengenai kejadian ini, mengaku belum mendapat laporan lengkap. Dia masih menunggu konfirmasi dari komandan grup Paspamres yang sedang bertugas, baru setelah itu bisa memberikan keterangannya.
"Saya belum mendapat laporan dari komandan grup. Nanti setelah ada konfirmasi saya kabari lagi," ujar Suwarno ketika dihubungi wartawan. (nwk/iy)










































